Breaking News
Jumat, 29 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Akses Jalan Terputus Imbas Tanah Ambles Sedalam 1,5 Meter di Ngetrep Blora, 2 Ekskavator Diterjunkan

DPUPR Kabupaten Blora, bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana (BBWS Pemali Juana),

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
TANAH AMBLES - Penanganan tanah ambles di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Senin (12/1/2026).(Iqbal/Tribunjateng) 


"Namun untuk kendaraan yang lebih besar, jangan lewat dulu, karena bisa mengakibatkan getaran dan beban terhadap jalan," jelasnya.


Beny berharap ada bantuan anggaran untuk penanganan lebih lanjut, agar ke depan tidak terjadi kembali tanah ambles di Dukuh Ngetrep.


"Harapan kami semoga saja nanti dari Kementerian lewat BBWS Pemali Juana, bisa memberikan anggaran kepada kita agar penanganan longsoran ini bisa sekira diselesaikan."


"Untuk kebutuhan anggaran ini tentunya dari teman-teman BBWS yang mengetahui secara pasti, baik itu untuk penanganan sementara ataupun untuk penanganan permanennya. Ini BBWS lagi melakukan pengukuran," jelasnya.


Taminah Terpaksa Bongkar Warungnya 


Taminah harus rela warung tempat usahanya dibongkar sementara.


Hal itu usai kejadian tanah ambles di sekitar warungnya yang beberapa pekan ini semakin parah.


Musim hujan, membuat fenomena tanah ambles di RT 8 RW 3, Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, itu kondisinya semakin mengkhawatirkan.


Jalan desa ambles sekitar 1 meter sampai 1,5 meter. Warung Taminah, dekat dengan jalan.


Keputusan warung milik Taminah dibongkar, lantaran tanah ambles yang semakin parah bisa mengancam keselamatannya.


Pembongkaran warung tersebut, dilakukan sejak kemarin Minggu (11/1/2026).

Lokasi warung milik Taminah, berdekatan dengan Sungai Lusi, hanya berjarak sekitar 20-30 meter.


"Dibongkar sejak kemarin, gotong royong dibantu masyarakat," ujarnya, Senin (12/1/2026).


Selain untuk jualan, Taminah mengatakan warungnya tersebut juga digunakan sebagai tempat tinggal.


Saat ini Taminah, mengungsi di rumah tetangganya, menunggu penanganan tanah ambles tersebut selesai.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved