Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

22 SD Negeri di Blora Bakal Diregrouping, Pertimbangkan Jumlah Siswa dan Jarak

Dindik Kabupaten Blora bakal regrouping (peleburan) puluhan sekolah dasar (SD) Negeri, baik yang siswa sedikit ataupun jaraknya berdekatan.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
REGROUPING - Sekretaris Dindik Kabupaten Blora, Nuril Huda. Pemkab Blora berencana akan meregrouping puluhan SD negeri dengan pertimbangan jumlah siswa dan jarak. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dindik Kabupaten Blora bakal regrouping (peleburan) puluhan sekolah dasar (SD) Negeri.

Rencana regrouping itu lantaran ada beberapa sekolah yang jumlah siswanya di bawah 60 orang.

Sekretaris Dindik Kabupaten Blora, Nuril Huda mengatakan, ada sekira 22 sekolah yang rencananya bakal diregrouping.

Baca juga: Tak Ada Lagi Guru Honorer di Blora, Semua Sudah Diangkat PPPK, Segini Besaran Gajinya

"Sampai saat ini belum final. Artinya, belum menentukan berapa sekolah yang akan kami regrouping, karena melihat perkembangan di lapangan."

"Hanya saja, setelah kami visitasi lapangan sudah merujuk sekira 22 sekolah."

"Tetapi dari puluhan sekolah ini pun masih ada beberapa yang perlu kami diskusikan," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Senin (26/1/2026).

Lebih lanjut, Nuril, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal berkonsultasi ke Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah.

"Kami akan berkonsultasi di Semarang terlebih dahulu. Terkait tenaga guru dan tenaga pendidikannya nanti seperti apa. Termasuk BOS maupun Dapodiknya."

"Artinya jangan sampai regrouping ini memunculkan akses-akses yang tidak terantisipasi. Begitu regrouping, harapan kami meminimalkan efek-efek yang muncul," jelasnya.

Nuril pun menyampaikan beberapa alasan puluhan sekolah tersebut bakal diregrouping.

"Alasannya pertama memang jumlah siswa. Jumlah siswa yang sedikit kami gabung, yang di bawah 60 siswa."

"Dengan catatan, di situ ada satuan-satuan pendidikan yang lain."

"Artinya, dari sisi jarak, sekolah-sekolah di daerah sekitar tidak terlalu jauh."

"Jadi ketika kami tutup atau regrouping, sekolah anak-anak ketika harus sekolah itu aksesnya mudah, masih dekat," jelasnya.

Baca juga: Pemkab Blora Makin Serius Usulkan Barongan ke UNESCO, Segala Kebutuhan Dipersiapkan

Kendati demikian, jika akses sekolahnya tidak memungkinkan untuk diregrouping, meskipun jumlah siswanya sedikit akan tetap dipertahankan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved