Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Bupati Paramitha Janji Siapkan Relokasi Jalur Dampak Longsor Tebing 30 Meter di Cilibur Brebes

Langkah cepat diambil Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dalam menangani peristiwa longsor yang melanda Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok. BPBD Brebes
LOKASI LONGSOR: BPBD Brebes saat melakukan asesment dampak longsor pada Minggu 8 Maret 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Langkah cepat diambil Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma dalam menangani peristiwa longsor yang melanda Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, pada Minggu (08/02/2026) pukul 01.00 WIB.

Peristiwa yang dipicu lantatan curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Brebes Selatan menyebabkan banjir pada Kali Longkrang, yang kemudian mengerus tebing sebelah Utara hingga memicu longsoran dengan dimensi panjang ±20 meter dan tinggi ±30 meter.

"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait setelah mendapatkan informasi pertama kali. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah," tegas Bupati Paramitha dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/3/2026).

Baca juga: Detik-detik Longsor Susulan di Paguyangan Brebes, Toilet SMP Muhammadiyah 03 Ikut Terjun ke Jurang

Longsoran tersebut menyebabkan badan jalan kabupaten ruas Cilibur-Langkap terdampak sepanjang 50 meter, dengan seluruh lebar jalan eksisting 3 meter tergerus total akibat material tanah yang runtuh.

Pada pukul 08.30 WIB hari yang sama, terjadi longsor susulan yang mengenai talud penahan tebing dan bangunan kamar mandi SMP Muhamadiyah 03 Paguyangan dengan dimensi lebar 3 meter dan panjang 6 meter.

Beberapa titik di lokasi masih menunjukkan tanda retakan yang mengindikasikan potensi longsor susulan.

Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

Kerusakan terjadi pada badan jalan, talud penahan, dan bagian bangunan sekolah, sementara jumlah pengungsi tercatat nihil.

Bupati Paramitha mengungkapkan bahwa dukungan dari tingkat provinsi akan turut mempercepat proses penanganan.

"Sudah koordinasi dengan gubernur juga, katanya pak gubernur mau nurunin tim juga bantu kesana penanganan relokasi," ungkapnya.

Menurutnya, langkah penanganan harus disusun secara cermat mengingat kondisi lapangan yang memiliki risiko tinggi.

"Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti hasil asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan instansi teknis agar penanganan dapat dilakukan secepatnya. Jalan ini sangat vital bagi mobilitas warga, jadi kita harus mencari solusi yang aman dan berkelanjutan," katanya menekankan.

MEMASANG GARIS PEMBATAS - Petugas BPBD Brebes memasang garis pembatas di lokasi longsor pada Minggu 8 Maret 2026.
MEMASANG GARIS PEMBATAS - Petugas BPBD Brebes memasang garis pembatas di lokasi longsor pada Minggu 8 Maret 2026. (TRIBUN JATENG/Dok BPBD Brebes)

Bupati juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya pada pemulihan jalan, tetapi juga pada keamanan fasilitas pendidikan.

"Kita tidak bisa mengabaikan ancaman terhadap sekolah yang berada di atas tebing. Setiap langkah yang kami lakukan harus memastikan keamanan seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang belajar di sana," tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa tim teknis telah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil asesment yang dilakukan sesuai arahan Bupati.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved