Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan Terkena Ranjau di Lebanon 

Dua personel TNI, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur di Lebanon Selatan.

Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 01 April 2026 

TRIBUNJATENG.COM, BEIRUT – Dua personel TNI, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur di Lebanon Selatan atau wilayah penugasan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), pada Senin (30/3/2026).

Dengan penambahan dua korban itu, secara keseluruhan tiga prajurit TNI personel Satgas Kontingen Garuda (Konga) di Lebanon gugur dalam tugas. 

Kapten Zulmi dan Sertu Ichwan gugur setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan misterius.

Saat kejadian, mereka tengah mengevakuasi prajurit yang terkena dampak serangan Israel. 

Insiden ini terjadi hanya sehari, setelah satu prajurit Indonesia lainnya tewas dalam kejadian serupa di wilayah selatan Lebanon.

Baca juga: 2 Lagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Total 3 Meninggal dalam 24 Jam, Ini Kronologinya

Baca juga: Kisah Haru di Balik Gugurnya Sertu Ichwan Prajurit TNI Asal Magelang, Istri: “Baru Pagi Tadi A1”

Dengan demikian, total tiga prajurit TNI yang bertugas di UNIFIL gugur dalam waktu kurang dari 24 jam. 

UNIFIL menyatakan, dua personelnya yang berasal dari Indonesia tewas “ketika sebuah ledakan yang sumbernya tidak diketahui menghancurkan kendaraan mereka.”

Selain dua korban tewas, dua penjaga perdamaian lainnya juga mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi serius. 

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

UNIFIL menyatakan, telah meluncurkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dua insiden mematikan tersebut. 

Pernyataan Israel

Sementara itu, Militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) juga menyatakan tengah melakukan investigasi.

Mereka menyebut penyelidikan dilakukan “untuk memperjelas keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut disebabkan oleh aktivitas Hizbullah atau oleh aktivitas IDF.” 

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras insiden tersebut.

Ia menyebutnya sebagai “insiden yang tidak dapat diterima,” dan menegaskan bahwa “semua tindakan yang membahayakan penjaga perdamaian harus dihentikan.” 

Negara anggota Dewan Keamanan PBB seperti Perancis juga meminta pertemuan darurat terkait kejadian ini, sementara Spanyol turut mengutuk serangan mematikan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mengungkap penyebab tewasnya dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon, Senin (30/3/2026).

Dave mengatakan, kedua prajurit tersebut tewas diduga terkena ranjau dan serangan bersenjata saat proses evakuasi. 

“Dengan hati yang amat berat dan sedih, saya kembali lagi menyampaikan belasungkawa kepada kali ini dua prajurit TNI, satu itu perwira, satu bintara, yang tewas akibat ranjau dan juga ketika mencoba untuk dilakukan evakuasi, mereka dihujani dengan serangan-serangan bersenjata,” ujar Dave saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (31/3/2026). 

Dave menegaskan, peristiwa ini menjadi duka mendalam karena prajurit TNI yang bertugas di Lebanon merupakan bagian dari misi perdamaian, bukan untuk terlibat dalam peperangan.

“Dan ini adalah suatu korban, walaupun seorang prajurit TNI ketika ia bertugas di mana pun apalagi di daerah konflik memang selalu ada risiko kehilangan nyawa. Akan tetapi ini bukan satu hal yang sebenarnya wajib terjadi karena mereka itu ditugaskan untuk menjaga perdamaian bukan untuk bertempur perang,” tutur Dave. (Kompas.com/afp) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved