Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Duh, Jatah Subsidi Solar Nelayan Kendal Dikurangi? Tahun Ini Cuma Dapat 8.699 KL

Kuota solar subsidi untuk nelayan di Kabupaten Kendal mengalami penurunan pada tahun ini yang hanya di angka 8.699 kiloliter. 

Tayang:
TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH
ISI SOLAR - Nelayan antre mengisi solar subsidi di SPBN Bandengan Kendal, Jumat (29/8/2025). Saat ini, tambahan solar sebanyak 16 kiloliter telah didistribusikan ulang untuk mengantisipasi kelangkaan. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kuota solar subsidi untuk nelayan di Kabupaten Kendal mengalami penurunan pada tahun ini yang hanya di angka 8.699 kiloliter. 

Padahal kuota solar subsidi pada 2024 mencapai 11 ribu kiloliter yang didistribusikan ke 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Rowosari dan Bandengan.

"Iya untuk tahun ini memang ada penurunan," kata Direktur PT Kendal Handal Perseroda selaku pengelola SPBN di Kendal, Agus Priyo Kusumo, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Pemkab Kendal Siapkan Rintisan Sekolah Rakyat, Lokasinya di Islamic Center Bugangin

Baca juga: Bupati Tika: 132 Investor Masuk Kawasan Industri Kendal, Nilai Total Rp171,89 Triliun

Agus menerangkan, penurunan kuota itu ialah kebijakan dari BPH Migas. 

Alhasil, hingga akhir Agustus 2025 persediaan solar subsidi untuk nelayan hampir habis.

"Per 25 Agustus ini, penyerapan sudah 8.368 KL atau 96,19 persen,” ujarnya.

Diterangkannya, stok kuota solar yang tersisa hanya sekira 320 KL.

Kuota itu juga diperkirakan akan habis dalam waktu 7–10 hari. 

Namun di bulan ini, pihaknya sudah menerima tambahan sementara sebanyak 192 KL. 

“Tapi itu jelas tidak cukup sampai akhir tahun,” tegas Agus.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pihaknya telah mengajukan tambahan kuota pasokan solar subsidi sebanyak 4.000 kiloliter ke BPH Migas untuk tahun depan.

"Bupati sudah membuat surat permohonan tambahan kuota sebanyak 4000 kiloliter ke BPH Migas."

"Ini untuk mengantisipasi kelangkaan," paparnya.

Menurut Hudi, nelayan di Kecamatan Rowosari sempat mengeluhkan kelangkaan solar subsidi pada Kamis (28/8/2025).

Namun, pasokan 16 kiloliter solar telah didistribusikan ulang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved