Tribunjateng Hari ini
Mereka Langsung Membakar Tanpa Orasi
Aksi demo di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah, Sabtu (30/9), berujung rusuh.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: galih permadi
Yusuf, salah satu peserta aksi dari komunitas ojol mengaku, pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam aksi kerusuhan. Sebelumnya, aksi direncanakan hanya berdoa bersama dan menyalakan lilin. Begitu kerusuhan pecah, massa dari ojol menarik diri.
"Rencana kita menyalakan lilin dan doa bersama, kebetulan kejadiannya beda dengan apa yang kita rencanakan bersama dengan rekan-rekan mahasiswa juga untuk doa bersama," kata Yusuf.
Yusuf menyebut rata-rata peserta aksi yang terlibat kerusuhan adalah massa yang tidak terkoordinasi atau anak-anak muda yang berusia masih sekolah. "Kami sudah orasi, namun tidak dibendung kerusuhannya," tandasnya. (dro/pet/waw/ray)
| Rp3 Triliun Pajak Kendaraan Belum Masuk Kas Daerah, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Penagihan |
|
|---|
| Aroma Smoky Banget, Menikmati Garang Asem Bambu dengan Suasana Slow Living di Kabupaten Semarang |
|
|---|
| Truk Tronton Tabrak Portal Pembatas di Simpang Jrakah Semarang, Kini Sudah Terjadi Tiga Kali |
|
|---|
| Pengasuh Ponpes di Demak Diduga Cabuli Santriwati Umur 14 Tahun |
|
|---|
| Oni Merasa Aman Ajak Cucu Bermain di Kali Pangus Ungaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Gedung-DPRD-Makassar-Dibakar-Tiga-Orang-Meninggal-Dunia.jpg)