Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Masih Ada 30 Persen Peserta Belum Manfaatkan JMO, BPJS Ketenagakerjaan Gencarkan Digitalisasi

BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda untuk terus mendorong peserta memaksimalkan layanan digital melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Tayang:
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
SAPA PASIEN - BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menyapa pasien bertepatan dengan Hari Pelanggan, di RS Samsoe Hidajat, Kamis (4/9/2025).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Momentum Hari Pelanggan dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda untuk terus mendorong peserta memaksimalkan layanan digital melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Pps Kepala BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Suriyadi mengatakan, saat ini pengguna JMO baru sekitar 70 persen dari total 400 ribu lebih peserta. 

Masih ada 30 persen yang belum memanfaatkan layanan tersebut.

Baca juga: Ingin Punya Rumah Impian? BPJS Ketenagakerjaan Beri Pembiayaan untuk KPR, Renovasi, dan Uang Muka

Pihaknya terus mendorong penggunaan JMO melalui berbagai upaya. 

Diantaranya, sosialisasi melalui media sosial, WA Blasting, hingga program grebek JMO langsung ke perusahaan-perusahaan. 

"Dengan JMO, keamanan data peserta terjamin karena hanya pemilik akun yang bisa mengaksesnya. Yang penting, password jangan sampai diketahui orang. Makanya, kami sedang gencar-gencarnya mendorong yang 30 persen tadi supaya segera untuk menggunakan aplikasi JMO," terang Suriyadi, saat Kunjungan ke RS Samsoe Hidajat dalam rangka Hari Pelanggan, Kamis (4/9/2025). 

Suriyadi juga mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya kepada calo dalam pengurusan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

Dia menegaskan, pelayanan pengambilan JHT bisa langsung ke seluruh layanan BPJS Ketenagakerjaan tanpa dipungut biaya. 

"Kalau ada kendala, silakan datang langsung ke kantor BPJS. Jangan percaya jika ada yang meminta jasa calo, karena pengambilan JHT itu gratis," tegasnya.

Tak hanya mendorong pekerja penerima upah, BPJS Ketenagakerjaan juga mengajak perusahaan maupun peserta untuk membantu pekerja informal, terutama yang belum mampu membayar iuran, agar tetap bisa terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program Sertakan.

Ini merupakan gerakan nasional untuk melindungi pekerja rentan. 

Selain itu, pihaknya juga memastikan peserta yang mengalami risiko kerja dan sedang dirawat di rumah sakit mendapatkan layanan yang layak.  

Bertepatan dengan Hari Pelanggan, pihaknya melakukan kunjungan ke rumah sakit menyapa para peserta jamsostek yang tengah dirawat di RS Samsoe Hidajat.

Selain itu, menyosialisasikan JMO dan progrem Sertakan. 

"Kami berkolaborasi dengan rumah sakit agar peserta merasa dilayani dengan sepenuh hati," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved