Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Jateng Terus Genjot Pembangunan 3 Juta Rumah

Per 19 September 2025, program dengan skema FLPP tersebar di Kabupaten/Kota Jawa Tengah telah mencapai 15.414 unit. 

dok. HUMAS PEMPROV JATENG
RAPAT KOORDINASI - Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi pimpin rapat koordinasi percepatan program FLPP di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis (25/9/2025).    

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Per 19 September 2025 realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tersebar di Kabupaten/Kota Jawa Tengah telah mencapai 15.414 unit. 

Baca juga: Salurkan 25.000 Unit KPR FLPP, BNI Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah Pemerintah

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan Penyaluran tersebut akan terus digenjot untuk mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Pihaknya memastikan melalui program  itu  satu keluarga mempunyai satu rumah layak huni.

“Jangan sampai bantuan rumah hanya jadi formalitas, tapi harus benar-benar menyentuh masyarakat miskin,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Percepatan Program FLPP di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis (25/9/2025). 

Menurutnya,   kebutuhan rumah layak huni di Jawa Tengah masih cukup tinggi.

Oleh sebab itu diperlukan sinergi. 

Pemprov Jateng saat ini telah menggandeng kementerian, bupati/wali kota, perbankan, dan pengembang.

“Dari sisi pengembang, bank, bupati, walikota, dan DPRD, semua harus bergerak bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Mengurus rumah rakyat bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut hajat hidup orang banyak dan anggaran yang besar. Maka kendala-kendala yang kita hadapi harus kita bahas bersama,” jelasnya.

Luthfi mendorong semua pihak yang mengurusi perijinan perumahan, agar prosesnya dipercepat.

Dirinya meminta perizinan yakni  Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun pemecahan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN), maksimal harus selesai dalam 10 hari kerja.

"Dengan percepatan ini, pengembang bisa bergerak lebih cepat, rumah segera terbangun, dan masyarakat bisa menerima manfaatnya,” tuturnya.

Ia menuturkan hasil rapat akan ditindaklanjuti dengan instruksi resmi. Selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui surat edaran Gubernur kepada Bupati maupun Wali kota.

“Agar masalah-masalah ini bisa diatasi bersama-sama,” tuturnya. 

Baca juga: REI Sambut Gembira! Kuota Rumah Subsidi FLPP Naik, Harapan Baru Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Diketahui program FLPP sendiri memberikan fasilitas KPR bersubsidi dengan bunga tetap 5 persen melalui BP Tapera. 

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapat manfaat berupa subsidi uang muka Rp4 juta, bebas PPN dan premi asuransi, serta cicilan mulai Rp 1 jutaan.

Adapun sasaran debitur adalah MBR dengan penghasilan maksimal Rp8,5 juta (lajang) dan Rp10 juta (menikah), dengan harga rumah subsidi maksimal Rp166 juta dan tenor hingga 20 tahun.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved