Berita Jawa Tengah
Sektor Perikanan Tetap Jadi Penggerak Ekonomi di Jateng
DKP Jateng menyebut, 80 persen kebutuhan protein ikan masyarakat Jawa Tengah dipenuhi oleh nelayan skala kecil.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sektor perikanan tetap menjadi penggerak ekonomi di Jawa Tengah.
Meski data BPS Jateng yang menyebut ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 15,18 persen secara kumulatif hingga September 2025 dibanding periode sama tahun lalu, perikanan masih memperlihatkan kontribusi yang cukup besar.
Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Effendi menyebutkan, ekspor komoditas perikanan pada 2024 menembus lebih dari 100 ribu ton dengan total valuasi mencapai Rp6,3 triliun.
Baca juga: Kemenham Jateng Ikuti Kick-off Satu Data HAM, Wujudkan Integrasi Tata Kelola Data Nasional
"Dengan capaian itu, kami menjadi tiga besar penggerak pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha."
"Pertama industri, kedua perdagangan, dan ketiga perikanan-pertanian yang kontribusinya sekira 12 persen. Artinya, ini luar biasa," ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Endi optimistis, ekspor perikanan Jawa Tengah akan terus naik pada 2025. Konsumsi ikan masyarakat yang kian tinggi mendorong peningkatan permintaan pasar.
Menurutnya, 80 persen kebutuhan protein ikan masyarakat Jawa Tengah dipenuhi oleh nelayan skala kecil. Sementara, nelayan skala besar umumnya langsung menyasar pasar ekspor.
"Kami terus mendorong peningkatan produksi, terutama melalui praktik penangkapan ikan yang aman. Tidak boleh lagi menggunakan bahan atau obat yang berbahaya," tandasnya.
Baca juga: Tak Ingin Kasus Gedung Roboh Terulang, Pemerintah Kebut Renovasi Ribuan Pesantren di Jateng
Senada, Kepala Bank Indonesia Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra menyebut kuatnya kontribusi sektor ini.
Pada triwulan III 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat kontribusi 12,88 persen terhadap perekonomian Jawa Tengah. Angka ini tertinggi ketiga setelah industri pengolahan dan perdagangan.
"Perikanan di Jawa Tengah ini besar dan perannya terus terlihat dalam struktur ekonomi,” katanya.
Namun, data BPS Jateng menunjukkan adanya penurunan ekspor di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan, ekspor nonmigas Jawa Tengah pada September 2025 mencapai 1.052,70 juta dolar AS. Angka itu naik 20,45 persen secara tahunan.
"Lonjakan ini terutama didorong oleh peningkatan ekspor produk pertambangan dan industri pengolahan," sebutnya.
Sebaliknya, lanjut dia, ekspor produk pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 30,74 persen dibanding September 2024.
Secara kumulatif Januari-September 2025, ekspor sektor ini juga tercatat turun 15,18 persen. (*)
| Empat Kecelakaan Jateng Kemarin: Tol Boyolali, Semarang, Pekalongan dan Getasan, 2 Meninggal |
|
|---|
| 3 Kecelakaan Maut di Pantura Brebes, Demak hingga Batang: 4 Meninggal |
|
|---|
| Genangan Air 25 Cm di Jalur Karangjati–Gubug, Delapan Perjalanan KA Terganggu |
|
|---|
| Pati dan Rembang Bakal Kemarau Panjang, BMKG: Lamanya Bisa 9 Bulan |
|
|---|
| Viral Sebut OTT KPK Jebakan, Ammy Plt Bupati Cilacap: Narasi Keliru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251121-_-Kepala-DKP-Jateng-Endi-Faiz-Effendi.jpg)