Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Penyebab Tiga Oknum Wartawan di Pekalongan Ditangkap Polisi, Diduga Peras Kades

Polda Jawa Tengah menangkap tiga oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa di Kabupaten Pekalongan.

Tayang:
Penulis: Nal | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
PEMERASAN KADES: Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio. Polda Jawa Tengah menangkap tiga oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. (Dok) 
Ringkasan Berita:
  • Polda Jawa Tengah menangkap tiga oknum wartawan berinisial Y, A, dan AA karena diduga melakukan pemerasan terhadap kepala desa di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.
  • Pemerasan terjadi setelah wartawan menayangkan berita soal gagalnya program ketahanan pangan desa dengan indikasi hilangnya sejumlah kambing, lalu meminta uang agar berita diturunkan.
  • Kepala desa melapor ke polisi setelah merasa diperas, dan ketiga wartawan kini sedang diperiksa lebih lanjut oleh Polda Jateng.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polda Jawa Tengah menangkap tiga oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kepala desa di Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan personel Polda Jateng ini dilakukan di sebuah rumah makan kawasan Dupan, Kota Pekalongan, Selasa (25/11/2025) pukul 13.00 WIB.

"Ya betul (penangkapan tiga wartawan)," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio kepada Tribun, Rabu (26/11/2025).

Informasi yang dihimpun Tribun, tiga wartawan tersebut berinisial Y, A dan AA.

Baca juga: Polda Jateng Tangkap 3 Oknum Wartawan Pekalongan soal Kasus Pemerasan

Baca juga: Bukti Instruktur Fitnes Setubuhi Gadis Bawah Umur di Ungaran: Rekam Korban untuk Pemerasan

Mereka ditangkap polisi karena diduga melakukan aksi pemerasan terhadap seorang kepala desa di  Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan.

Pemerasan itu bermula dari ketiga wartawan yang memberitakan gagalnya program ketahanan pangan di desa tersebut.

Berita itu menarasikan program ketahan pangan di desa tersebut telah gagal dengan indikasi hilangnya sejumlah ekor kambing yang tayang pada sebuah media online, Rabu (19/11/2025).

Para wartawan itu lalu meminta sejumlah uang kepada kades agar berita bisa diturunkan atau di-take down.

Kades itu pun menjanjikan sejumlah uang tetapi para wartawan meminta jumlah yang lebih besar.

Baca juga: Nasib Apes Gadis 16 Tahun di Wonosobo, Korban Pemerasan Lowongan Kerja via Facebook

Baca juga: Lapor Purbaya, Pengusaha Semarang Diduga Jadi Korban "Pemerasan" Rp 300 Juta Pegawai Pajak Nakal

Merasa diperas, kades itupun melaporkan ke Polda Jateng hingga berujung penangkapan.

"Mereka masih dilakukan pemeriksaan," ungkap Dwi. (Iwan Arifianto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved