Tribunjateng Hari ini
Organda Segera Surati Wali Kota Semarang soal Bajaj Online
Organda Kota Semarang keberatan dengan adanya aktivitas kendaraan bajaj yang mengambil penumpang melalui aplikasi online.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Ia menyebut, pada minggu ini pihaknya mulai merampungkan penyampaian sikap itu.
Terkait belum adanya tindakan konkret dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, meski secara lisan telah melarang operasional bajaj, Bambang menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas dan kepolisian.
Namun sebagai organisasi, ia menegaskan keberatan yang jelas.
Menurutnya, keberadaan bajaj justru berpotensi menambah kemacetan, menimbulkan persaingan tidak sehat, dan bertentangan dengan kultur transportasi Semarang yang sudah memiliki jalur-jalur ekstrem.
“Ini soal keselamatan juga. Bajaj itu rawan di jalan-jalan naik turun seperti di Semarang,” ucapnya.
Saat disinggung soal bajaj yang digemari anak muda karena teduh saat hujan dan tarif lebih murah dari mobil online, Bambang menyebut alasan itu tidak relevan.
Ia mengingatkan program transportasi gratis bagi pelajar dan mahasiswa yang sudah berjalan, yakni dengan bus Trans Semarang.
“Bukan sekadar murah, Pemkot sudah memberi gratis untuk anak sekolah. Jadi (soal tarif murah—Red) itu bukan alasan,” katanya. (Rezanda Akbar D)
bajaj online
maxride
Bajaj dilarang di Semarang
eksklusif
multiangle
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| BPBD: Efek El Nino Bikin Kemarau Lebih Lama, Pemprov Jateng Persiapkan Kebutuhan Air Bersih Warga |
|
|---|
| Keluarga Tak Tahu, Anak yang Masih Bersekolah SMP Hamil akibat Dicabuli Ayah Kandung |
|
|---|
| Di Wonosobo, Hipertensi dan Obesitas Tinggi Jadi Temuan Penyakit Tertinggi dalam Program CKG |
|
|---|
| Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi, Enam Hari Setelah Dilantik |
|
|---|
| Maggot Kering Produksi Sulaiman Laku Dijual untuk Pakan Koi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-2-DESEMBER-2025.jpg)