Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Target Zero Stunting: Pemkot Solo Perkuat Sinergi Lewat Program "Ndulang Bareng"

Program Dahsat bertema “Ndulang Bareng yang dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Serengan, Surakarta menjadi komitmen Pemkot Solo atasi stunting.

Tayang:
Penulis: Ardianti WS | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Ardianti WS
BERBAGI- Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani memberikan cinderamata untuk ibu muda peserta kegiatan “Ndulang Bareng”, Rabu (3/12/2025). Program ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta akses layanan kesehatan. 

TRIBUNJATENG.COM,SOLO -  Program Dahsat bertema “Ndulang Bareng yang dilaksanakan di Pendopo Kelurahan Serengan, Surakarta menjadi komitmen Pemkot Solo atasi stunting, Rabu (3/12/2025).

Acara ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat komitmen bersama terhadap percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kota Solo, khususnya di Kecamatan Serengan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Sekretaris Kecamatan Serengan, Lurah Serengan, serta Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta.

Baca juga: Balqis Targetkan Kota Pekalongan Bebas Stunting pada 2026

Kehadiran unsur pemerintah daerah lintas sektor ini menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terkait.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan mendukung percepatan penurunan stunting melalui perubahan perilaku berkelanjutan di tingkat keluarga,” ujar Astrid.

Program ini mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta akses layanan kesehatan. 

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai periode emas dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah kegiatan seremonial semata.

“Pertemuan hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah aksi nyata dan bukti kepedulian kita terhadap masa depan generasi penerus Kota Solo. Stunting, yaitu kondisi kurang gizi kronis yang menghambat pertumbuhan tinggi badan dan, yang lebih penting, perkembangan otak anak, adalah tantangan serius yang tidak boleh kita pandang sebelah mata. Setiap anak yang terhambat perkembangannya berarti kita sedang mempertaruhkan potensi sumber daya manusia masa depan kota kita,” tegasnya.

Melalui kegiatan “Ndulang Bareng” ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan bebas stunting.

“Semangat kebersamaan yang diusung melalui tema acara diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah dan membutuhkan peran semua pihak secara berkelanjutan,” terangnya.

Baca juga: Inovasi Bapak Asuh Anak Stunting Kota Tegal Juara 3 SDGs Action Awards 2025

Sementara itu, Linda (27) merasa program ini sangat bermanfaat untuk dirinya karena sebagai ibu muda yang belum banyak pengalaman mengurus balita, ia merasa mendapat ilmu untuk mengatasi stunting di keluarganya.

“Saya ibu muda satu anak, program ini banyk bermanfaat untuk saya, karena saya tidak mau anak mengalami stunting, saya berusaha agar anak saya bisa tumbuh dan berkembang sesuai usia dan tidak kekurangan gizi, saya banyak belajar dari kegiatan ini,” ujarnya.

Kegiatan “Ndulang Bareng” ini diikuti oleh 34 peserta yang merupakan warga kecamatan Serengan, Solo. (waw)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved