Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Pesilat Asal Kota Semarang Tewas Dikeroyok Geng Motor di Mranggen

Remaja asal Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, tewas diduga akibat pengeroyokan di wilayah Mranggen, Demak.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Minggu 28 Desember 2025 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Seorang remaja bernama Mohammad Bimo Saputra (17), warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, tewas diduga akibat pengeroyokan di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat (26/12/2025) dini hari.

Korban yang merupakan anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa itu sebelumnya mengikuti kopi darat (kopdar) lintas daerah di Lapangan Pucanggading, Mranggen, pada Kamis (25/12/2025) malam.

“Acara selesai sekitar pukul 00.00. Setelahnya, almarhum ikut mengantar teman-temannya pulang ke arah Karangawen (Demak),” ungkap Wakil Ketua Pagar Nusa Kota Semarang, M Ichwan, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Sabtu (27/12/2025).

Dari kronologi versi Pagar Nusa yang diterima Tribun Jateng, pengeroyokan bermula ketika rombongan korban dalam perjalanan pulang, melewati kawasan Jalan Brigjen Sudiarto, tepatnya di depan Perumahan Plamongan Indah, Kota Semarang.  

Di lokasi yang diduga sering menjadi arena balap liar itu, mereka diteriaki, lalu dikejar oleh sekelompok orang.

Rombongan bahkan dilempari batu hingga menuju area Pasar Mranggen.

Pengejaran berlanjut sampai Fly Over Ganefo, Mranggen.

Baca juga: Sosok Amal Said Dosen ASN Viral Ludahi Kasir Swalayan Ternyata Bergelar Doktor

Baca juga: Disbudpar Kota Semarang Sebut Target Kunjungan Wisatawan 7,9 Juta Jiwa Terlampaui

Baca juga: Truk Bermuatan Keramik 38 Ton Seruduk Tugu dan Ruko di Kertek Wonosobo

 

Ditendang

Menurut Ichwan, di lokasi itu Bimo diduga ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor dan kemudian dikeroyok oleh puluhan orang. 

“Almarhum dipukuli, ditendang, diinjak, bahkan dipukul dengan papan skateboard sampai tidak berdaya,” imbuhnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi Bimo ke RS Pelita Anugerah, Mranggen, tetapi nyawa korban tidak tertolong.

Jenazah korban telah dimakamkan, pada Jumat (26/12/2025) sore.

Ichwan menyebut, korban sebagai kader muda yang aktif di organisasi.

Dia menegaskan, Pagar Nusa mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kejadian tersebut dan memberikan proses hukum yang transparan serta berkeadilan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved