Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Kunjungan ke Jateng Selama Libur Nataru Naik Tipis: 3,89 Juta Wisatawan per 1 Januari 2026

Jumlah Kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah naik tipis selama periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
WISATA FAVORIT - Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi. Ada 10 destinasi wisata favorit di Jawa Tengah selama libur Nataru. Yang mendominasi atau teratas adalah Kota Lama Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah Kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah naik tipis selama periode libur Natal 2025 dan tahun baru 2026.

Disporapar Jateng mencatat, selama periode 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, ada 3,89 juta wisatawan.

Angka ini naik 1,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3,82 juta.

Baca juga: 10 Destinasi di Jateng Paling Banyak Dikunjungi saat Libur Nataru, Teratas di Kota Lama Semarang

"Dibanding realisasi periode yang sama pada tahun libur Nataru 2024 sampai 2025 inimengalami kenaikan 1,89 persen," kata Kepala Disporapar Jateng, Muhamad Masrofi, Jumat (2/1/2026).

Namu dia membantah kenaikan tipis kunjungan pariwisata tersebut karena larangan pesta kembang api.

Menurutnya, pelarangan itu hanya mengubah pola perayaan tahun baru, tidak menghentikan pergerakan pariwisata.

Dia mencontohkan di Simpang Lima Semarang tetap ramai meskipun tidak ada perayaan kembang api melainkan diganti dengan doa bersama.

"Jadi keramaian kota tetap hidup lewat format alternatif yang lainnya," ucapnya.

Namun, Masrofi sepakat soal perbedaan jumlah wisatawan saat Natal dan tahun baru.

Dia menilai, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah ditopang saat momentum libur Natal.

Kunjungan pada saat itu lebih ramai karena Natal ada cuti bersama. Sebaliknya, malam tahun baru tidak ada cuti bersama.

Baca juga: Teriak Bahagia Anak Saksikan Atraksi Lumba-lumba di Safari Beach Jateng: Ini Pertama Kali

"Sehingga tentu saja kunjungan okupansi hotel agak menurun. Tapi menurunnya tidak signifikan," ungkapnya.

Pihaknya juga memprediksi kunjungan wisatawan akan terus naik hingga 4 Januari 2026 yang akan mencapai di angka 4,3 juta sampai 4,5 juta wisatawan.

"Jadi jumlah wisatawan belum final, masih menunggu sampai akhir pekan," terangnya.

Disamping itu, pihaknya terus menggenjot jumlah desa wisata di Jawa Tengah hingga mencapai 1.000 desa pada 2027.

Program itu atas inisiasi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang akan dilaunching pada 2027 sebagai tahun pariwisata.

"Kami ingin menaikkan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah dengan menambah variasi lokasi wisata lewat desa wisata agar tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,"  terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved