Tribunjateng Hari ini
Rahma Sering Temukan Harga Lebih Murah di Pasar Modern
Sebagian pembeli mulai beralih dari pasar tradisional ke pasar modern atau swalayan untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suasana di sebuah pasar swalayan di pusat Kota Semarang tampak ramai, pada akhir tahun 2025 lalu.
Lorong-lorong belanja dipenuhi gerak troli.
Sembari berjalan mendorong troli, pengunjung mengambil produk-produk yang dibutuhkan.
Ada yang mengambil minyak, gula, beras, aneka sabun, hingga kebutuhan perawatan diri.
Di sisi lain, tangan-tangan cekatan memilih sejumlah telur, memasukannya ke dalam plastik, dan membawanya ke pelayan untuk segera ditimbang.
Sementara, di lorong berbeda, keranjang pengunjung telah berisi buah segar, sayur mayur, dan aneka makanan basah.
Di sudut pendingin, sejumlah pengunjung tengah memilih daging dan ikan.
Tak jarang pula, pengunjung datang bersama keluarga, mengajak anak sembari berjalan-jalan di dalam swalayan.
Anak-anak pun terlihat antusias menyusuri lorong, berhenti di rak camilan, mengambil sejumlah makanan favorit mereka.
Seorang pelanggan pasar swalayan, Rahmawati mengatakan, memilih berbelanja di pasar modern karena faktor kenyamanan dan kebersihan.
Menurutnya, pasar swalayan dinilai lebih bersih dengan produk yang lebih higienis, bahkan tersedia sayuran hidroponik yang jarang ditemui di pasar tradisional.
Diakuinya, beberapa produk di pasar modern dibanderol dengan harga lebih tinggi dibanding di pasar tradisional.
Namun demikian, pasar modern kerap menawarkan promo dan diskon.
Bahkan, beberapa kebutuhan pokok justru terkadang lebih murah di pasar modern.
"Misalnya telur, ini saya beli di harga Rp 28.990 per kilogram. Di pasar tradisional harganya sampai Rp 30.000 per kilogram,” kata Rahma kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.
pasar modern
pedagang pasar tradisional
Pasar Tradisional
multiangle
eksklusif
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-5-JANUARI-2026.jpg)