Tribunjateng Hari ini
Rahma Sering Temukan Harga Lebih Murah di Pasar Modern
Sebagian pembeli mulai beralih dari pasar tradisional ke pasar modern atau swalayan untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Pedagang dan pembeli berinteraksi langsung, saling menyapa, bertanya harga, hingga tawar menawar.
"Sekilo pira?" tanya seorang pembeli di hadapan pedagang daging ayam.
"38 ribu," jawab singkat Sri Lestari, pedagang daging ayam di Pasar Peterongan.
"36 ya," sahut pembeli itu.
"Mboten angsal, Bu," jawab Sri lagi.
Pembeli sempat beranjak meninggalkan lapak tanpa jadi membeli.
Namun, Sri kemudian memanggilnya kembali dan menawarkan harga tengah-tengah, yakni Rp 37.000 per kilogram.
Tawaran itu akhirnya disepakati.
Hal itu menandai kesepakatan sederhana yang menjadi warna khas transaksi di pasar tradisional.
Meski aktivitas ekonomi masih terus berlangsung di pasar tradisional, Sri mengakui, kondisi pasar saat ini cenderung lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dia menuturkan, pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu tidak terlihat lonjakan pembeli seperti yang biasa terjadi di tahun-tahun silam.
"Pasar cenderung sepi, tidak ada peningkatan permintaan yang signifikan," ujarnya.
Sementara itu, pedagang sembako di Pasar Peterongan, Mulyadi meyakini, pasar tradisional akan tetap hidup dengan ciri khasnya sendiri.
Menurutnya, menjamurnya swalayan memang menawarkan kelengkapan dan kenyamanan, namun memiliki segmen yang berbeda.
Pasar modern lebih menyasar masyarakat yang memiliki daya beli lebih dan terbiasa menggunakan pembayaran nontunai.
pasar modern
pedagang pasar tradisional
Pasar Tradisional
multiangle
eksklusif
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/TRIBUN-JATENG-EDISI-5-JANUARI-2026.jpg)