Harga Bahan Pokok
Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Babadan Ungaran, Turun Setelah Natal
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Semarang kini terpantau mulai turun usai lonjakan pada periode Natal.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Semarang kini terpantau mulai turun usai lonjakan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penurunan paling terasa terjadi pada komoditas cabai yang kini anjlok hingga separuh dari harga tertinggi sebelumnya.
Pedagang sayuran Pasar Babadan, Warsini menyebut, harga cabai yang sempat melonjak kini kembali mereda.
Saat ini, harga cabai rawit hijau di Pasar Babadan sebesar Rp 80 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp50 ribu, cabai keriting merah Rp50 ribu, dan cabai hijau Rp40 ribu per kilogram.
Baca juga: Hama Tikus dan Biaya Tinggi Jadi Tantangan Petani Padi di Ungaran
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Bojong dan Pasar Mandiri Turun, Pedagang Nilai Masih Fluktuatif
"Kemarin paling tinggi sampai Rp100 ribu per kilogram pas Natal. Sekarang sudah turun separo. Yang masih tinggi cabai rawit hijau," ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Selain cabai, harga bawang juga ikut turun. Warsini menyebut, bawang merah kini Rp 45 ribu per kilogram.
Sedangkan, bawang putih Rp 40 ribu per kilogram, dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 60 ribu per kilogram saat Natal. Sementara, harga sayur-mayur relatif normal.
Penurunan harga juga terjadi pada daging ayam potong. Pedagang daging ayam potong, Din menyebut, harga ayam kini Rp 34 ribu per kilogram. Harga tersebut turun dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram saat momen Natal.
"Turun baru dua hari ini. Pas Natal sempat Rp 40 ribu," katanya.
Din berharap harga tidak fluktuatif agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat.
"Kemarin beli mahal, sekarang murah, dikira cari untung banyak," tuturnya.
Menurutnya, harga Rp34 ribu masih tergolong normal, namun akan lebih baik jika bisa diturunkan lagi agar masyarakat berpenghasilan rendah tetap bisa membeli.
Adapun kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pemicu inflasi pada Desember 2025 lalu dengan andil sebesar 0,38 persen. Angka inflasi di Jateng pada Desember 2025 sebesar 0,50 persen (mtm) dan sebesar 2,72 persen (yoy).
Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Andi Reina Sari Hufaid menyampaikan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.
"Peningkatan harga cabai rawit dan daging ayam ras sejalan dengan kenaikan permintaan menjelang momentum Nataru 2026. Kemudian, cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan Desember menyebabkan penurunan produksi komoditas hortikultura terutama komoditas cabai rawit dan bawang merah," jelasnya.
| Daftar Harga Bahan Pokok di Purwokerto yang Melonjak Naik Jelang Lebaran, Bukan Hanya Cabai |
|
|---|
| Tak Hanya Harga Cabai yang Naik, Harga Bahan Pokok Ini Juga Melonjak di Kebumen |
|
|---|
| Harga Beras Premium di Semarang Naik, Dishanpan Waspadai Lonjakan di Musim Hujan |
|
|---|
| Disdag Sebut Harga Telur dan Daging Ayam Masih Rentang Normal di Bawah HET |
|
|---|
| Harga Daging Ayam di Semarang Bertahan Tinggi Sebulan Terakhir, Belum Ada Tanda-Tanda Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250106_LAYANI-PEMBELI-Pedagang-sayur-Pasar-Babadan.jpg)