Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Longsor di Desa Tempur Jepara: 1.445 KK Terisolasi, 6 Rumah Rusak, Listrik Padam

3.522 jiwa dari 1.445 KK di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara terisolasi akibat akses jalan yang terputus total.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Saiful Ma sum
EVAKUASI LONGSOR - Alat berat dan relawan diterjunkan untuk mengevakuasi material longsoran di jalan penghubung Damarwulan - Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Sabtu (10/1/2026). Akses jalan menuju Desa Tempur terputus, warga terisolir. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Nasib pilu dialami warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Akses jalan utama mereka saat ini putus akibat longsor.

Berbagai upaya sedang dilakukan Pemkab Jepara melalui BPBD. Namun saat ini belum optimal lantaran hujan deras masih terus mengguyur wilayah tersebut dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Kini, 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur pun harus bersabar, masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus total itu.

Baca juga: Pilu Warga Sumberrejo Jepara, 3 Hari 2 Kali Banjir Bandang, 375 Jiwa Terdampak

Sabtu Malam Aimar Tewas Kecelakaan di JLS Salatiga, Motor Tabrak Tronton Hingga Ringsek

Duh, Baru Ada 35 Bidan di Batang yang Penuhi Standar Bidan Delima

Kalakhar BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, berdasarkan hasil asesmen awal, terdapat 18 titik longsor dengan karakteristik rusak berat sampai kritis yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) setelah diguyur hujan deras.

"Sehingga menyebabkan akses ke luar masuk Desa Tempur terputus total," katanya seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Badan Jalan Hilang 50 Meter

Arwin menjelaskan, titik longsor terparah berada di pertigaan dekat spot foto “Selamat Datang”, dimana badan jalan hilang sepanjang sekira 50 meter akibat tergerus derasnya aliran Sungai Gelis.

"Titik kritis lainnya berada di Jembatan Mbah Sujak. Di lokasi itu, badan jalan terkikis hingga sedalam enam meter akibat sungai yang berpindah aliran," ujarnya.

BPBD Kabupaten Jepara terus melakukan berbagai upaya darurat. Termasuk melakukan pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional (Alkon), serta pengerahan alat berat berupa ekskavator.

Namun demikian, akses jalan utama hingga kini masih belum dapat dibuka.

"Pembersihan material longsor di titik pertama sudah dilakukan sejak malam hari, tetapi belum tuntas karena terkendala kondisi cuaca," imbuhnya.

Proses penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala terutama cuaca ekstrem yang berpotensi memicu longsor susulan serta material batu berukuran besar yang terus berjatuhan dari tebing.

Baca juga: Dapur Umum Kebencanaan Didirikan di Damarwulan Menyusul Terjadinya Bencana di Jepara

Dipastikan, Flyover Kroya Cilacap Belum Bisa Dibangun Tahun Ini

Mulai Besok Senin, Pendaftaran Lapak Dandangan Kudus 2026, Ini Syarat dan Biaya Sewanya

Enam Rumah Rusak, Listrik Padam Total

Selain memutus akses transportasi, longsor juga berdampak pada permukiman warga.

BPBD mencatat sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan mulai dari terendam lumpur hingga rusak total.

Tak hanya itu, aliran listrik di Desa Tempur padam total setelah satu tiang listrik roboh dan satu tiang lainnya dalam kondisi miring.

Puluhan hektare lahan persawahan di sepanjang Sungai Gelis dilaporkan rusak dan hanyut akibat longsor serta luapan air.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved