Tribunjateng Hari ini
Muslikhan Lega Bisa Keluar dari Desa Tempur Setelah Empat Hari Terisolasi
Warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara kini sudah bisa keluar dari kampungnya setelah terisolasi selama beberapa hari.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Menurut Muslikhan, hujan hampir tidak pernah berhenti selama Desa Tempur terisolasi selama empat hari terakhir.
Masyarakat tidak merasakan panas matahari, yang ada hanya dinginnya buliran air hujan yang jatuh mengguyur kawasan lereng Pegunungan Muria.
"Alhamdulillah, empat hari lega bisa keluar kampung. Sejak Jumat (malam) enggak bisa keluar," terang Muslikhan di lokasi jalan terputus setelah pertigaan Selamat Datang Desa Wisata Desa Tempur.
Jalan darurat
Dengan raut wajah ceria, Muslikhan mengendarai sepeda motor bebeknya melintasi jalan setapak sepanjang 60 meter yang dibangun darurat oleh para relawan.
Jalan tersebut pada awalnya hanya bisa dilalui dengan jalan kaki, kemudian tebing di sebelahnya sebagian dipangkas oleh relawan untuk memperlebar jalan agar bisa dilalui sepeda motor.
Muslikhan pun mengendarai sepeda motornya dengan pelan melintasi jalan darurat dengan alas pecahan bebatuan tebing padas. Sang istri membonceng di belakangnya.
Jalan darurat tersebut kini menjadi akses hilir mudik masyarakat Desa Tempur.
Menjadi secercah harapan penduduk di bawah guyuran hujan dalam suasana cuaca ekstrem.
"Kondisi di dalam kampung makan seadanya yang ada. Listrik sudah sempat menyala, tapi mati lagi. Jaringan internet masih hilang. Beruntung hari ini sudah bisa keluar kampung dengan tetap hati-hati," ujar dia.
Muslikhan dan keluarga selama desanya terisolasi tidur di rumah sendiri dengan penerangan seadanya.
Dia juga mengandalkan bantuan dari berbagai pihak berupa makanan atau bahan pokok makanan untuk bertahan.
Sementara warga yang rumahnya rusak mengungsi di tetangga atau saudara.
Muslikhan berharap, jalan yang hilang tergerus banjir segera diperbaiki sehingga warga bisa kembali beraktivitas seperti sediakala.
"Untuk yang lain-lain seperti listrik, internet bertahap. Yang kami butuhkan sekarang adalah akses jalannya dulu, baru fasilitas lainnya. Supaya kami tidak terisolasi, bisa menghirup udara di luar desa," harap dia.
| Warga Boyolali Temukan Struktur Bangunan Purbakala Diduga Stupa Candi Buddha Purbakala |
|
|---|
| DPRD Kabupaten Pati Bantah terkait Inisiasi Pajak 10 Persen untuk UMKM, Ali: Belum Selesai Dibahas |
|
|---|
| Pelajar SMKN 8 Semarang Unjuk Karya, Ada yang Bikin Board Game hingga Buku Edukasi Anak |
|
|---|
| KPK Periksa Tiga Pegawai Bea Cukai Semarang terkait Kasus Importasi Barang |
|
|---|
| Jemaah Haji Diberi Es Krim Sebelum Masuk Tenda di Arafah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-14-Januari-2026.jpg)