Selasa, 26 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Muslikhan Lega Bisa Keluar dari Desa Tempur Setelah Empat Hari Terisolasi

Warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara kini sudah bisa keluar dari kampungnya setelah terisolasi selama beberapa hari.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 14 Januari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara kini sudah bisa keluar dari kampungnya.

Sebelumnya kampung mereka terisolasi karena jalur putus oleh longsor. 

Suara deru motor bertaut debur air sungai di lereng Pegunungan Muria menyapa para relawan bencana alam di Desa Tempur, Selasa (13/1/2026).

Akses jalan satu-satunya menuju desa tertinggi di Kabupaten Jepara tersebut sempat terisolasi dalam beberapa hari dampak bencana banjir dan tanah longsor yang menghilangkan badan jalan sepanjang 60 meter.

Jalan yang hilang sebelumnya hanya menyisakan jalan setapak mepet dengan tebing dan hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

Medan yang licin dengan curah hujan tinggi dan debit air sungai yang cukup deras sejak, Jumat (9/1/2026) lalu, memukul mundur relawan untuk menambal sulam badan jalan yang hilang.

Belum lagi puluhan titik longsor menyeret material tanah, batu, dan pepohonan memutus akses jalan.

Praktis sebanyak 3.522 jiwa dari 1.445 KK penduduk Desa Tempur terisolasi di desanya sendiri.

Mereka dipaksa untuk bersahabat dengan kegelapan tanpa aliran listrik yang terputus, akses internet hilang, dan makan dengan bahan-bahan seadanya untuk bertahan.

Tak ada posko bencana di dalam Desa Tempur, semua warga membuka mata hingga terpejam kembali di rumah masing-masing.

Bagi warga dengan tingkat perekonomian pas-pasan mengandalkan bantuan bahan makanan untuk bertahan selama terjebak di kampung halaman sendiri.

Pada siang hari, warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sediakala.

Ada yang bertani, berkebun, dan kesibukan lain yang bisa dikerjakan di dalam desa.

Sementara warga yang memiliki pekerjaan dan harus dilakukan di luar desa terpaksa meliburkan diri tanpa adanya akses jalan, termasuk anaka-anak yang bersekolah di luar desa.

Beberapa potret kondisi tersebut diceritakan Muslikhan (52), satu di antara warga Tempur yang ikut serta terisolasi di kampung sendiri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved