Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Tips Survival Mendaki Gunung: Begini Langkah Darurat Jika Terpisah dari Rombongan

Tragedi yang menimpa almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang betapa tangguhnya alam liar.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Istimewa/BASARNAS SEMARANG
EVAKUASI PENDAKI - Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi jenazah pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan alias Ali yang hilang di Gunung Slamet sejak Selasa (30/12/2025). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal di jurang kedalaman 20 meter lalu proses evakuasi dilakukan pada Kamis (15/1/2026). 

Tubuh manusia bisa bertahan beberapa hari tanpa makan, tetapi sangat rentan tanpa air.

Jangan makan makanan yang memicu haus berlebih jika air terbatas.

Gunakan air hanya untuk minum, bukan untuk membasuh muka atau tubuh.

Cari sumber air dari embun di daun atau air hujan menggunakan jas hujan/flysheet sebagai penampung.

4. Buat Tanda (Signaling) yang Terlihat

Bantu tim SAR menemukan posisi Anda dengan cara:

Warna Kontras: Bentangkan jas hujan atau flysheet berwarna cerah (oranye/merah) di area terbuka.

Suara: Gunakan peluit (suara peluit jauh lebih efektif dan hemat energi daripada berteriak).

Cahaya: Gunakan cermin atau pantulan cahaya senter (SOS: tiga pendek, tiga panjang, tiga pendek).

5. Atasi Hipotermia (Musuh Utama Pendaki)

Kematian di gunung sering kali disebabkan hipotermia, bukan kelaparan.

Jangan duduk langsung di atas tanah dingin; gunakan alas (carrier atau daun kering).

Segera ganti baju jika basah karena keringat atau hujan.

Tetaplah bergerak kecil untuk menjaga suhu tubuh, tetapi jangan sampai kelelahan.

Baca juga: Jejak Pencarian Syafiq Ali Pendaki Gunung Slamet, Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 20 Meter

6. Persiapan Sebelum Mendaki (Pencegahan)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved