Berita Jateng
Tips Survival Mendaki Gunung: Begini Langkah Darurat Jika Terpisah dari Rombongan
Tragedi yang menimpa almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang betapa tangguhnya alam liar.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Panduan keselamatan mendaki menekankan penggunaan prinsip S.T.O.P (Sit, Think, Observe, Plan) sebagai langkah awal yang wajib dilakukan ketika pendaki merasa kehilangan jalur.
- Pendaki disarankan tetap berada di area terbuka atau punggungan guna menghindari jebakan jurang dan memudahkan pemantauan tim SAR, serta wajib membawa survival kit.
- Fokus utama dalam situasi darurat adalah menjaga suhu tubuh untuk mencegah hipotermia serta menghemat sumber daya air dengan teknik pengumpulan yang efektif.
TRIBUNJATENG.COM - Tragedi yang menimpa almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan menjadi pengingat keras bagi kita semua tentang betapa tangguhnya alam liar.
Gunung Slamet, dengan medannya yang luas dan cuaca yang ekstrem, menuntut kesiapan mental serta fisik yang luar biasa.
Baca juga: BREAKING NEWS Hasil Visum Pendaki Asal Magelang, Syafiq Diperkirakan Wafat 15 Hari Sebelum Ditemukan
Agar kejadian serupa tidak terulang, berikut adalah langkah-langkah darurat dan tips bertahan hidup jika Anda merasa tersesat di gunung:
1. Terapkan Prinsip S.T.O.P
Segera setelah Anda merasa kehilangan jalur atau terpisah dari rombongan, lakukan prosedur ini:
S (Sit): Duduklah dan jangan panik. Keputusan buruk biasanya diambil saat seseorang sedang ketakutan.
T (Think): Berpikirlah dengan tenang. Kapan terakhir Anda melihat tanda jalur? Apakah ada benda yang Anda kenali?
O (Observe): Amati lingkungan sekitar. Perhatikan cuaca, waktu yang tersisa sebelum gelap, dan potensi bahaya di lokasi Anda berada.
P (Plan): Buat rencana. Jika tidak yakin dengan arah kembali, menetaplah di lokasi tersebut (survive).
Baca juga: Kejanggalan Penemuan Jasad Syafiq Ali di Gunung Slamet, Relawan: Lokasi Sudah Disisir Sejak Awal
2. Jangan Turun ke Lembah atau Jurang
Banyak pendaki tersesat berusaha turun ke bawah dengan asumsi akan menemukan sungai atau pemukiman.
Namun, di gunung seperti Slamet, turun ke lembah sering kali justru menjebak pendaki di jurang (blank 75) atau medan vegetasi rapat yang sulit ditembus tim SAR.
Tips: Tetaplah di area yang lebih terbuka atau punggungan agar lebih mudah terlihat dari udara (drone/helikopter) oleh tim pencari.
3. Hemat Energi dan Air
| Pemprov Jateng Kumpulkan Pengelola Daycare, Usul Pengasuh Daycare Pria Tanda Tangan Pakta Integritas |
|
|---|
| Energi Baru Terbarukan Jateng Capai 517 Megawatt, Paling Potensial PLTA |
|
|---|
| Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Sampah Secara Aglomerasi |
|
|---|
| Viral Video Struk Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina |
|
|---|
| Ahmad Luthfi Tegas Tertibkan Tambang Ilegal dan Reklamasi Pascatambang: Saya Tak Peduli di Belakang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260115-_-Evakuasi-Jenazah-Syafiq-Ali-di-Puncak-Gunung-Slamet.jpg)