Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cuaca Buruk

Dampak Cuaca Buruk, Hanya 10 Persen Nelayan Kebumen yang Melaut

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen sebut hanya sekitar 10 persen nelayan yang tetap melaut di tengah kondisi cuaca ekstrim.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Agus Iswadi
SUASANA - Sejumlah perahu nelayan bersandar di bibir pantai wilayah Desa Karangduwur Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen sebut hanya sekitar 10 persen nelayan yang tetap melaut di tengah kondisi cuaca ekstrim.

Wakil Ketua HNSI Kabupaten Kebumen, Bejo menyampaikan, memang kondisi cuaca di wilayah pantai selatan saat ini tergolong ekstrim. Kondisi tersebut membuat mayoritas nelayan tidak melaut sementara waktu.

"Hampir satu bulan, nelayan yang berangkat (melaut) cuma berapa persen, 10 persen saja tidak ada," katanya saat dihubungi tribunjateng.com, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: Gadis 18 Calon Polwan Diperkosa 2 Polisi, Bripda SR dan NIR Ditahan, Korban Trauma

Baca juga: Terdampak Banjir, Pasir Kraton Kramat Kota Pekalongan Diusulkan Dibangun Ulang

Dia mengungkapkan, kondisi cuaca seperti ini kemungkinan masih akan berlangsung hingga 1 bulan kedepan. Lanjut Bejo, kondisi cuaca seperti ini juga turut berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan.

Mengingat waktu melaut tidak maksimal karena cuaca buruk. Menurutnya, nelayan yang tidak melaut sementara waktu mengisi kegiatan dengan bertani, penyadap kelapa ataupun beternak.

"Yang utama adalah peternakan dan pertanian karena rata-rata 90 persen nelayan itu mempunyai ternak baik kambing, kemudian sapi," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, ada sekitar 3.000 nelayan yang tergabung dalam HNSI Kabupaten Kebumen.

Mereka tersebar dari wilayah Logending yang berbatasan dengan Cilacap hingga Bonorowo yang berbatasan dengan Purworejo.  

Di tengah kondisi seperti saat ini, dia menekankan kepada para nelayan yang tetap melaut supaya memantau perkembangan kondisi cuaca. (Ais).

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved