Cuaca Buruk
Dampak Cuaca Buruk, Hanya 10 Persen Nelayan Kebumen yang Melaut
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen sebut hanya sekitar 10 persen nelayan yang tetap melaut di tengah kondisi cuaca ekstrim.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kebumen sebut hanya sekitar 10 persen nelayan yang tetap melaut di tengah kondisi cuaca ekstrim.
Wakil Ketua HNSI Kabupaten Kebumen, Bejo menyampaikan, memang kondisi cuaca di wilayah pantai selatan saat ini tergolong ekstrim. Kondisi tersebut membuat mayoritas nelayan tidak melaut sementara waktu.
"Hampir satu bulan, nelayan yang berangkat (melaut) cuma berapa persen, 10 persen saja tidak ada," katanya saat dihubungi tribunjateng.com, Minggu (1/2/2026).
Baca juga: Gadis 18 Calon Polwan Diperkosa 2 Polisi, Bripda SR dan NIR Ditahan, Korban Trauma
Baca juga: Terdampak Banjir, Pasir Kraton Kramat Kota Pekalongan Diusulkan Dibangun Ulang
Dia mengungkapkan, kondisi cuaca seperti ini kemungkinan masih akan berlangsung hingga 1 bulan kedepan. Lanjut Bejo, kondisi cuaca seperti ini juga turut berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan.
Mengingat waktu melaut tidak maksimal karena cuaca buruk. Menurutnya, nelayan yang tidak melaut sementara waktu mengisi kegiatan dengan bertani, penyadap kelapa ataupun beternak.
"Yang utama adalah peternakan dan pertanian karena rata-rata 90 persen nelayan itu mempunyai ternak baik kambing, kemudian sapi," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, ada sekitar 3.000 nelayan yang tergabung dalam HNSI Kabupaten Kebumen.
Mereka tersebar dari wilayah Logending yang berbatasan dengan Cilacap hingga Bonorowo yang berbatasan dengan Purworejo.
Di tengah kondisi seperti saat ini, dia menekankan kepada para nelayan yang tetap melaut supaya memantau perkembangan kondisi cuaca. (Ais).
| BMKG Sebut Awal November Curah Hujan di Semarang Turun, Namun Perlu Diwaspadai Lagi Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Ini Penyebab Ujan Deras Guyur Tegal Raya Beberapa Hari Terakhir |
|
|---|
| Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Jateng 14 April 2021 Jam 13.40 WIB |
|
|---|
| Peringatan Cuaca BMKG Jateng 12 April 2021 Jam 12.50 WIB |
|
|---|
| BMKG Cilacap Imbau Jateng Selatan Waspada Angin Kencang dan Petir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260121_Nelayan-Kebumen-di-Jawa-Tengah_1.jpg)