Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Api Abadi Mrapen Padam

"Tak Ada yang Abadi" Respons ESDM Jateng Dapati Api Abadi Mrapen Grobogan Padam

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Jawa Tengah menerjunkan tim untuk meneliti penyebab padamnya Api Abadi Mrapen.

|
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/DOK ESDM JATENG
CEK API - Tenaga teknis dari Dinas ESDM Jateng memeriksa Api Abadi Mrapen yang padam sejak awal Januari lalu di Grobogan, Selasa (3/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Jawa Tengah menerjunkan tim untuk meneliti penyebab padamnya Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, kabupaten Grobogan, Selasa (3/1/2026).

Api Abadi Mrapen merupakan tempat wisata yang menyuguhkan sumber api alami yang muncul dari aktivitas alamiah gas bumi di kawasan tersebut.

Tempat itu  tersohor lantaran menjadi sumber nyala api obor pesta olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca juga: Sempat Mati, Api Abadi Mrapen yang Dibawa untuk Pembukaan Peparnas XVII di Boyolali

Baca juga: Dukung Api Abadi Terus Menyala, PGN Sukses Alirkan Gas Bumi ke Monumen Taman Kusuma Bangsa IKN

Bagi warga sekitar, api Mrapen juga dikaitkan dengan cerita persinggahan Sunan Kalijaga dan dikaitkan dengan Empu Supo, seorang ahli pembuat keris sakti di zaman Majapahit.

Tempat itu dianggap sakral sehingga besar meredupnya api abadi Mrapen selalu dikaitkan sebagai pertanda bahaya seperti munculnya bencana alam.

"Iya, kami terjunkan tim hari ini ke Mrapen Grobogan untuk menyelidiki penyebab Kematian api tersebut," ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah,  Agus Sugiharto.

Nyala Api abadi Mrapen mulai meredup pada 29 Desember 2025. Kemudian api benar-benar padam pada 1 Januari 2026.

Ketika itu, petugas wisata Mrapen belum mengetahui penyebab padamnya api tersebut.

Agus menjelaskan, api abadi Mrapen bisa saja padam karena rekahan-rekahan sebagai penyalur gas ke  reservoir atau tempat sumber gas terhambat oleh sedimen atau kerak di antaranya lumpur.

Ia juga menyebut, sumber gas dalam reservoir tersebut dimungkinkan juga berkurang karena telah berusia ratusan tahun.

Terlebih, di sekitar Mrapen sebelumnya ada aktivitas penggalian sumur yang mempercepat berkurangnya gas dalam reservoir.

"Kami sedang mengupayakan mencari sumber penyumbatannya tersebut, semisal tersumbat oleh sedimen lumpur kami masih cari titik lokasinya di mana agar nanti kami perbaiki," jelasnya.

Ia tidak memungkiri sumber gas abadi Mrapen juga bisa habis. Kejadian matinya sumber api ini juga pernah terjadi pada September 2020. Kala itu, penyebab padamnya Mrapen karena ada proses pelapukan secara fisika maupun kimia di rekahan-rekahan yang menjadi tempat saluran gas ke api Mrapen.

Pihaknya kini masih mencari sumber gas lainnya semisal sumber gas Mrapen ini nantinya sudah habis.

"Di dunia itu tidak ada keabadian yang abadi itu ketidakabadian itu sendiri.  Artinya semuanya itu faktor alam. Tahu sendiri yang namanya gas itu kan sumber energi yang tidak terbarukan," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved