Minggu, 24 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Setelah Tersumbat Lumpur

Dinas ESDM  Jawa Tengah menerjunkan tim untuk meneliti penyebab padamnya Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Rabu 4 Februari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Jawa Tengah menerjunkan tim untuk meneliti penyebab padamnya Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Selasa (3/2/2026).

Api Abadi Mrapen merupakan tempat wisata yang menyuguhkan sumber api alami yang muncul dari aktivitas alamiah gas bumi di kawasan tersebut.

Tempat itu  tersohor lantaran menjadi sumber nyala api obor pesta olahraga, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Bagi warga sekitar, api Mrapen juga dikaitkan dengan cerita persinggahan Sunan Kalijaga dan dikaitkan dengan Empu Supa, seorang ahli pembuat keris sakti di zaman Majapahit.

Tempat itu dianggap sakral sehingga besar meredupnya Api Abadi Mrapen selalu dikaitkan sebagai pertanda bahaya seperti munculnya bencana alam.

"Kami terjunkan tim hari ini (Selasa kemarin—Red) ke Mrapen, Grobogan, untuk menyelidiki penyebab kematian api tersebut," ujar Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, kepada Tribun Jateng.

Nyala Api Abadi Mrapen mulai meredup, pada 29 Desember 2025.

Kemudian api benar-benar padam pada 1 Januari 2026.

Ketika itu, petugas wisata Mrapen belum mengetahui penyebab padamnya api tersebut.

Agus menjelaskan, Api Abadi Mrapen bisa saja padam karena rekahan-rekahan sebagai penyalur gas ke reservoir atau tempat sumber gas terhambat oleh sedimen atau kerak, di antaranya lumpur.

Ia juga menyebut, sumber gas dalam reservoir tersebut dimungkinkan juga berkurang karena telah berusia ratusan tahun.

Terlebih, di sekitar Mrapen sebelumnya ada aktivitas penggalian sumur yang mempercepat berkurangnya gas dalam reservoir.

"Kami sedang mengupayakan mencari sumber penyumbatannya tersebut, semisal tersumbat oleh sedimen lumpur, kami masih cari titik lokasinya di mana sehingga nanti kami perbaiki," jelasnya.

Ia tidak memungkiri, sumber gas Mrapen juga bisa habis.

Kejadian matinya sumber api ini juga pernah terjadi, pada September 2020.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved