Tribunjateng Hari ini
Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Setelah Tersumbat Lumpur
Dinas ESDM Jawa Tengah menerjunkan tim untuk meneliti penyebab padamnya Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Kala itu, penyebab padamnya Mrapen karena ada proses pelapukan secara fisika maupun kimia di rekahan-rekahan yang menjadi tempat saluran gas ke api Mrapen.
Pihaknya kini masih mencari sumber gas lainnya, semisal sumber gas Mrapen ini nantinya sudah habis.
"Di dunia itu tidak ada keabadian yang abadi itu ketidakabadian itu sendiri. Artinya, semuanya itu faktor alam. Tahu sendiri yang namanya gas itu kan sumber energi yang tidak terbarukan," katanya.
Tertutup lumpur
Kepala Bidang Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dinas ESDM Jateng, Dwi Suryono mengungkap, hasil kajian timnya di lapangan, sumur gas Api Abadi Mrapen tertutup lumpur sehingga api tersebut padam.
"Intinya gas ini tertutup sama lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu," jelas Dwi.
Kendati begitu, Dwi mengeklaim, sumber gas penyuplai Api Abadi Mrapen itu masih mencukupi.
Pihaknya kini tinggal membuka sumbatan itu agar gas kembali lancar mengalir.
Proses pengerjaan pembersihan ini ditargetkan bakal rampung selama satu minggu.
"Nanti pakai teknik flushing yakni pembersihan agar lumpur-lumpur yang menyumbat bisa terangkat, gasnya bisa mengalir kembali," terangnya.
Pernah padam total
Berdasarkan catatan Tribun Jateng, Api Abadi Mrapen pernah padam total, pada September 2020 silam.
Delapan bulan kemudian Api Abadi Mrapen sudah kembali menyala selepas ditangani oleh tim geologi.
"Api Abadi Mrapen kembali dibuka setahun ini selepas selepas dihantam pandemi dan matinya sumber api," ujar Tenaga Teknis Api Abadi Mrapen, Davi Dyanto, pada 21 November 2022.
Saat itu Davi menyatakan, nyala Api Abadi Mrapen lebih besar dibandingkan dengan nyala api sebelum padam dua tahun sebelumnya.
| Di Kabupaten Semarang, Ada Beda Aturan SPMB pada Jalur Prestasi |
|
|---|
| Bakhrul dan Tahrul Hendak Bekerja di Warung Ikan Bakar di Padang |
|
|---|
| Ashari Ubah Nama Jadi Samsuri dalam Pelarian di Wonogiri |
|
|---|
| Jenazah Tahrul Korban Kecelakaan ALS Dibawa ke Tegal Lewat Jalan Darat |
|
|---|
| Ngadiono Keliling Sumatra Jual Kasur Kapuk Produksi Karaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-4-Februari-2026.jpg)