Berita Jateng
Mengapa Harus Pakai Rukyatul Hilal? Prof Ahmad Izzuddin Ungkap Dasar Ilmiah Sidang Isbat
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, perbincangan tentang rukyatul hilal kembali mengemuka.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
“Dulu masyarakat menunggu pengumuman dari Kanjeng Adipati. Sekarang pemerintah mengumumkan lewat sidang isbat,” ujarnya.
Prof Ahmad Izzuddin yang juga Ketua Asosiasi Ahli Falak Asia Tenggara ini menjelaskan bahwa pada tanggal 29 Syaban pemerintah akan menurunkan para perukyah dari Sabang hingga Merauke.
Hasil rukyat akan dicocokkan dengan data hisab sebelum Menteri Agama menetapkan keputusan.
Berdasarkan perhitungan astronomi yang ia paparkan, posisi hilal pada saat pengamatan diperkirakan masih berada di bawah ufuk sehingga sangat kecil kemungkinan bisa terlihat.
“Kalau hilal masih di bawah ufuk, itu artinya secara astronomis hampir mustahil terlihat. Maka jika tidak terlihat, bulan Syaban disempurnakan menjadi 30 hari,” jelasnya.
Dengan demikian, awal Ramadan baru dimulai keesokan harinya setelah genap 30 hari Syaban.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam kalender hijriah, jumlah hari dalam sebulan tidak selalu sama.
Secara statistik, sekitar 53 persen bulan dalam setahun berjumlah 30 hari, sedangkan 47 persen berjumlah 29 hari.
Di UIN Walisongo sendiri, pengamatan hilal dilakukan di Planetarium dan Observatorium kampus yang dilengkapi teleskop digital, robotik, dan manual.
Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa mempelajari fenomena hilal secara simulasi maupun observasi langsung.
Menutup perbincangan, Prof Ahmad Izzuddin mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi pemerintah.
“Untuk ketenangan ibadah, sebaiknya mengikuti hasil sidang isbat. Keputusan itu lahir dari diskusi para pakar dan hasil verifikasi data hisab serta rukyat,” pesannya.
Ia menegaskan, tujuan sidang isbat bukan sekadar menentukan tanggal, melainkan memastikan umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan dasar ilmiah dan syariat yang dapat dipertanggungjawabkan.
| Pemprov Jateng Kebut Pembentukan 1.000 Desa Wisata Baru, Beban Terberat Dirasakan 3 Kabupaten Ini |
|
|---|
| Tampil Dominan, Roller Jateng Athaya Rizki Persembahkan Emas Kejuaraan Champ of The Champ 2026 |
|
|---|
| Punya Histori Temuan Hantavirus di 2 Daerah Ini, Dinkes Jateng Tingkatkan Kewaspadaan |
|
|---|
| Upaya Taj Yasin Pulihkan Senyum Siswa Korban Sekolah Roboh di Sragen |
|
|---|
| Cara Menghemat Keuangan di Tengah Krisis Energi dan Kenaikan Kebutuhan Pangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260214_Ahmad-Izzuddin.jpg)