Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Kalongan

Warga Kalongan Ungaran Kian Cemas Longsor Terus Melebar

Longsor yang menggerus Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kian mengkhawatirkan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin
LONGSOR - Kondisi longsor di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kian melebar, Senin (23/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Longsor yang menggerus Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, kian mengkhawatirkan.

Longgor tersebut membuat akses jalan penghubung Unggaran - Mranggen terputus. Selain itu, lahan pertanian yang digarap warga juga turut ambles. Longsor juga sudah merembet ke lahan milik warga setempat.

Warga RT 4 RW 3, Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Rendi Kusumawardana mengatakan, longsor sebenarnya sudah terjadi sejak 2022. 

Baca juga: Lebih Tua dari Masjid Agung Demak, Masjid Taqwa Sekayu Semarang Jadi Saksi Bisu Strategi Para Wali

Baca juga: Sepekan Berlalu, 10.701 KK Warga Grobogan Terdampak Imbas 7 Tanggul Jebol

Kondisi semakin parah saat longsor terjadi pada Kamis (12/2/2026). Kemudian )ongsor susulan kembali terjadi pada Senin (16/2/2026). 

Kini, jarak rumahnya ke titik longsor sekira 25 meter. Ia pun khawatir longsor kian melebar jika tidak segera dilakukan penanganan. 

"Rumah saya jarak ke titik longsor paling 25 meter. Tapi, ada retakan di belakang rumah, itu jaraknya bahkan 10 meteran," ungkap Rendi, saat ditemui di rumahnya, Senin (23/2/2026). 

Kondisi ini membuat kekhawatiran mengingat jarak longsor kian dekat dengan rumahnya. Menurutnya, longsor di area tersebut sudah terjadi sejak 2022. Pada saat itu, tidak ada penanganan. Karena akses kian membahayakan, akhirnya jalur penghubung itu pun ditutup. 

"Dari 2022 nggak ada penanganan. Seharusnya, paling nggak ada penanaman pohon atau apa. Andaikata saat itu ada tindakan, tidak mungkin seperti ini," ujarnya. 

Melihat kondisi longsor saat ini, dia menilai, sudah parah dan sulit untuk diperbaiki. Sementara ini, warga diimbau untuk mengungsi guna mengantisipasi potensi bahaya longsor yang bisa melebar. 

"Kalau ngungsi, mau ngungsi kemana?," ucapnya. 

Dia berharap, ada upaya jangka panjang yang setidaknya bisa memberikan ketenangan bagi warga. 

"Ditanami pohon yang sekiranya tidak laku dijual biar tidak ada penebangan," jelasnya. 

Tak hanya dirasakan Rendi, Warga RT 5 RW 3 Bandungan, Desa Kalongan, Suryati juga terdampak longsor tersebut. Kejadian itu telah meluluhlantahkan tanamanya. 

"Itu bhkan tanah saya. Tanah itu saya garap, sekarang longsor. Luasnya sekitar setengah hektare. Ini tinggal sedikit, sebagian besar sudah longsor," ujar Suryati.

Dia menjelaskan, longsor sebenarnya sudah pernah terjadi sekitar empat tahun lalu. Namun, longsor tahun ini disebutnya jauh lebih parah. Akibat longsor tersebut, akses jalan yang biasa digunakan warga pun terdampak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved