Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Berita Duka, Slamet Arifianto Meninggal Dunia

Seorang pria bernama Slamet Arifianto meninggal dunia setelah diserang puluhan tawon vespa saat memperbaiki toren

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Istimewa
TERSENGAT TAWON - Korban Slamet Arifianto (baju putih) dikerubuti puluhan tawon vespa di atap rumahnya di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor, Kamis (26/2/2026) siang, saat hendak membersihkan toren air hingga mengalami sengatan berulang yang membuatnya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kabar duka menyelimuti warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Seorang pria bernama Slamet Arifianto meninggal dunia setelah diserang puluhan tawon vespa saat memperbaiki toren air di atas rumahnya, Kamis (26/2/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor.

Insiden tersebut mengundang perhatian warga karena korban mengalami sengatan berulang hingga kondisinya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, menjelaskan kejadian bermula ketika korban hendak membersihkan dan memperbaiki toren air yang berada di bagian atas rumahnya.

Tanpa disadari, di sekitar lokasi terdapat sarang tawon vespa.

“Korban mau benerin toren di atas rumah, tapi di situ ada sarang lebah vespa tidak tahu, lalu tiba-tiba menggerumut,” ujar Sadimun, Jumat (27/2/2026).

Korban dilaporkan terjebak di atas rumah selama kurang lebih 30 menit karena terus diserang kawanan tawon.

Baca juga: Akal-akalan Gunawan Pembunuh Baladiva Nisrina Maheswari, Pura-pura Gila Agar Tak Dipidana

Meski akhirnya berhasil turun, kondisinya sudah melemah.

“Sampai setengah jam belum bisa turun karena digerumut lebah, turun masih bisa jalan tapi saat ditanya sudah tidak terasa,” jelasnya.

Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan pertolongan awal. Namun karena kondisi terus memburuk, ia dirujuk ke RSUD Banyumas.

“Kejadiannya kemarin siang, dibawa ke PKU Kroya lalu dirujuk ke Banyumas, sampai rumah sakit sudah tidak sadar dan meninggal dunia di RSUD Banyumas,” ungkap Sadimun.

Jenazah Slamet Arifianto dimakamkan pada Jumat pagi di pemakaman desa setempat, diantar keluarga serta warga yang turut berduka.

Tawon vespa, yang oleh warga setempat dikenal sebagai tawon ndas, memiliki karakter sengatan berulang yang berisiko tinggi.

Seekor tawon dapat menyengat hingga lima kali.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved