Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wansus Tribun Jateng

WAWANCARA KHUSUS Tiyo Ketua BEM UGM: Republik Ini Sakit

Baru-baru ini jagat maya dihebohkan oleh anak muda yang bersuara lantang dalam mengkritik pemerintah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
KETUA BEM UGM - Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto (kiri) saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Tribun Jateng Ibnu Taufik Juwariyanto (kanan) di teras Omah Dongeng Marwah, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Kamis (26/2/2026). (Foto: Tribunjateng/Rifqi Gozali). 

maka pemerintah harusnya takut pada rakyat yang sabar, karena rakyat yang sabar bukan berarti mereka bisa dibohongi, justru mereka yang paling sabar mereka kemarahannya paling menakutkan.

 

Kita sudah lama dipertontonkan dengan ketidakadilan yang jelas, hukum morat-marit, korupsi, kekuasaan yang hasil perzinahan politik. Rasanya publik nyaris tidak percaya dengan negara ini. Kapan ini akan pecah?

Ketidakpercayaan publik pada lembaga negara tanda begitu bahaya di dalam sebuah negara demokrasi.

Kalau ini negara bukan demokrasi kepercayaan publik bukan menjadi faktor bagi berjalannya negara.

Misalnya negara sistemnya kerajaan, rakyatnya percaya atau tidak karena kekuasaan ini absolut jadi tidak menjadi faktor.

Tapi dalam negara demokrasi, rakyat menjadi faktor utama dalam berjalannya negara, maka kepercayaan ini adalah sesuatu yang sangat bahaya.

Dan itu sudah terjadi hari ini. Kepercayaan publik sampai saat ini saking tidak percayanya mereka sudah tidak mau membicarakan.

Kalau tidak percaya masih membicarakan, masih ada kepedulian.

Sekarang itu saking tidak percayanya, dengar nama Prabowo saja sudah ingin tutup telinga. Publik sampai di fase itu.

Itu kelihatan misalnya, minimnya bahasa yang objektif terhadap pemerintah.

Kalau Prabowo muncul di reels, orang hanya ngomong sudah nyawit berapa kali orang ini. 

Ini kan bahasa yang tidak objektif yang menunjukkan bahwa keputusasaan frustasi publik luar biasa. Ini yang kami sebut sebagai krisis politik.

Krisis politik tampak pada ekspresi publik pada pemerintah, juga kelihatan bagaimana lembaga pemerintah saling berkoordinasi satu sama lain.

Baru kali ini ada kabinet yang menterinya berantem, Purbaya sama Trenggono kemarin.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved