Tribunjateng Hari ini
Produsen Tenun Troso Jepara Terhantam Persaingan Harga, Butuh Pengembangan Pemasaran
Kabupaten Jepara memiliki warisan budaya tak benda (WBTB) berupa tenun ikat troso di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kabupaten Jepara memiliki warisan budaya tak benda (WBTB) berupa tenun ikat troso di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Tenun troso merupakan satu di antara kekayaan yang dimiliki Kabupaten Jepara pendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Troso.
Lebih dari 500 perajin dan pedagang membersamai perkembangan tenun troso dari tahun ke tahun hingga dikenal di kancah nasional dan internasional.
Berbagai produk Tenun Troso, baik dalam bentuk kain maupun baju jadi, kini sudah merambah pasar global.
Perajin dengan skala produksi besar terus tumbuh seiring meningkatnya pemasaran produk.
Namun, perajin skala kecil hanya stagnan pada jumlah produksi yang ada, tanpa bisa melebarkan pasar lantaran keterbatasan modal.
Belum lagi mereka dihadapkan pada persaingan harga pasar berlangsung cukup ketat.
Mana produk yang dibandrol dengan harga relatif lebih murah menjadi incaran utama pasar.
Beberapa persoalan tersebut menjadi keluhan yang dirasakan para perajin berskala IKM.
Di satu sisi, mereka masih ingin menghidupkan tenun troso sebagai karya seni yang bernilai.
Tetapi, mereka juga tidak memungkiri bahwa persaingan pasar semakin sulit, akses permodalan juga belum dibuka luas bagi para perajin.
Satu di antara perajin tenun troso adalah Mudhofar (52), warga RT 3 RW 1 Desa Troso yang sudah menekuni kerajinan Tenun Troso lebih dari 40 tahun melanjutkan usaha orangtuanya.
Bagi dia, menjadi perajin tenun susah-susah senang.
Susah ketika tak ada pesanan sehingga modal usaha tidak berputar, senang ketika kain tenun yang telah diproduksi banyak peminatnya.
Menurut Mudhofar, membuat kain tenun tidak semudah memproduksi batik. Sebagai contoh, produksi tenun dengan alat manual jika tidak dibarengi dengan keahlian profesional, hasilnya rusak tidak maksimal.
| Tiga Bos Bank BJB Divonis Bebas dalam Kasus Kredit Sritex |
|
|---|
| Ngadiono Warga Pati Korban Kecelakaan ALS Akan Dibawa dengan Helikopter |
|
|---|
| Taj Yasin: Kasus Pencabulan Santriwati di Pati Sudah Terpantau sejak 2024 |
|
|---|
| Pelarian Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati Berakhir di Wonogiri |
|
|---|
| Uniknya Ras Kambing Kaligesing di Klaten, Kambing Mandi Tiga Kali Sehari, Harga Tembus Ratusan Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-4-Maret-2026.jpg)