Berita Semarang
Siap-Siap! Puncak Arus Mudik di Semarang Diprediksi Pecah pada 18 Maret 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada 18 Maret 2026.
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 untuk kedatangan penumpang di wilayah Semarang terjadi pada 18 Maret 2026.
Pada tanggal tersebut, lebih dari 22.000 penumpang diperkirakan tiba di stasiun wilayah Daop 4 Semarang.
Baca juga: Siaga Angkutan Lebaran, KAI Daop 5 Purwokerto Antisipasi Longsor hingga Banjir di Jalur Kereta
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Lukman Arif mengatakan, tingginya angka kedatangan tersebut menunjukkan Semarang masih menjadi salah satu tujuan utama pemudik yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Untuk kedatangan penumpang diperkirakan terjadi pada 18 Maret dengan lebih dari 22 ribu penumpang yang akan tiba di wilayah Daop 4 Semarang,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, puncak keberangkatan atau arus balik diproyeksikan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan penjualan tiket yang juga telah melampaui 21.000 tiket.
Secara keseluruhan, hingga saat ini lebih dari 299.000 tiket telah terjual untuk perjalanan selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026.
KAI Daop 4 Semarang sendiri menyiapkan lebih dari 500.000 tiket selama periode tersebut, dengan kapasitas sekitar 21.000 tiket per hari.
Setiap hari terdapat 34 perjalanan kereta api reguler yang berangkat dari wilayah Daop 4 Semarang menuju berbagai kota tujuan.
Selain itu, KAI juga menyiapkan dua kereta tambahan, yakni kereta ekonomi rute Semarang Poncol–Pasar Senen serta layanan angkutan motor gratis (Motis).
Antisipasi Banjir di Jalur Rel
Di tengah potensi peningkatan mobilitas penumpang, KAI juga melakukan langkah antisipasi terhadap risiko bencana, khususnya banjir yang kerap terjadi di wilayah Daop 4 Semarang.
Lukman menjelaskan, jalur rel yang dikelola Daop 4 memiliki panjang sekitar 677 kilometer, membentang dari Tegal hingga Cepu.
Dari hasil pemetaan, terdapat 13 titik daerah pemantauan khusus yang dinilai rawan gangguan perjalanan kereta akibat potensi bencana, terutama banjir.
“Di titik-titik tersebut kami menyiapkan alat material untuk siaga, menugaskan petugas penjaga daerah rawan, serta memasang CCTV untuk memantau kondisi jalur secara cepat,” katanya.
Selain itu, KAI juga melakukan koordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten setempat, hingga pengelola sumber daya air untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
| Ramai Polemik Toko Kue Gambang: Tidak Ada Penjebolan Tembok dan Bukan Milik Anak Wali Kota Semarang |
|
|---|
| Kebijakan WFH ASN di Kota Semarang Picu Pro Kontra, WFH atau Libur Long Weekend? |
|
|---|
| BOP RT di Kota Semarang Masih Belum Cair, Dewan Soroti Ketidakjelasan Skema Reimburse |
|
|---|
| Kondisi Terkini Ketua HMI Unissula Semarang Setelah Dianiaya saat Kawal Kasus Pelecehan Seksual |
|
|---|
| Investasi Bodong Rp3,8 Triliun, Ratusan Anggota Koperasi BLN Tolak Penyitaan Aset di Mapolda Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260313_Stasiun-Tawang-Semarang_1.jpg)