Tribun Jateng Hari Ini
Diduga Terima Uang Proyek, Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK
OTT KPK tersebut berkait dengan penerimaan dalam pengurusan proyek di Pemkab Cilacap.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Vito
Pejabat yang terlihat antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Satmoko Danardono. Selain itu, beberapa kepala dinas juga tampak berada di lokasi.
Mereka yakni Kepala Diskominfo Cilacap Buddy Haryanto, Kepala Dispermades Heru Kurniawan, Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti, Kepala Dinas Sosial dr Ichlas Riyanto.
"Usai pemeriksaan awal, kemungkinan mereka akan dibawa menuju Stasiun Purwokerto untuk selanjutnya diberangkatkan menggunakan kereta api," terang sumber itu.
Prihatin
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno mengaku prihatin atas ditangkapnya Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam OTT KPK pada Jumat (13/3).
Ia menyebut, Bupati Cilacap kini telah dibawa KPK ke Jakarta. Pihaknya masih terus memantau perkembangan atas peristiwa tersebut.
"Kami memperoleh informasi kalau ada penangkapan (Bupati Cilacap-Red) lalu dibawa ke Jakarta. Kami tadinya enggak tahu kalau Pak Sekdanya juga kena," bebernya, kepada Tribun Jateng, di depan ruang kerjanya.
"Saya tadi sudah sempat kontak nomor beliau (Sekda Cilacap-Red) tapi enggak diangkat. Jadi saya belum tahu situasinya sampai saat ini," sambungnya.
Atas penangkapan itu, Sumarno memastikan pelayanan kepada masyarakat Cilacap, terutama menjelang mudik Lebaran ini akan tetap berjalan.
"Kami nanti akan ke Cilacap untuk asistensi ke wilayah tersebut. Kami berharap teman-teman di Cilacap, aktivitas untuk pelayanan masyarakat yang penting tetap berjalan baik," ucapnya.
Sumarno belum mengetahu pasti objek hukum yang menjerat Bupati Cilacap. Kendati demikian, ia mengakui, ada beberapa proyek yang rawan dilanggar oleh para bupati dan wali kota.
Hal itu seperti masalah jual-beli jabatan dan uang fee atau cashback proyek. "Kami selalu ingatkan kepada teman-teman di daerah agar menjaga integritas," ujarnya.
Ia mengeklaim, Pemprov Jateng sudah membangun sistem untuk menekankan integritas pejabat. Namun, hal itu kembali lagi bergantung pada masing-masing mentalitas kepala daerah. "Kami di provinsi sampai bosan (karena) sering menyampaikan soal ini," tukasnya.
Sumarno menyatakan, para kepala daerah juga sudah memperoleh gaji dan tunjangan. Gaji dan tunjangan itu harus dikompensasi dengan aktivitas untuk melayani masyarakat.
"Saya sering menyampaikan bahwa manusia itu sifatnya jelek semua. Yang bernilai di hadapan Allah itu adalah kita bisa mengendalikan diri," tandasnya.
"Cukup tidak cukup itu diukur dari diri kita sendiri. Tidak bisa diukur dengan orang lain," tambahnya. (Permata Putra Sejati/Iwan Arifianto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemeriksaan-bupati-cilacap-di-mapolres-banyumas.jpg)