Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Idul Fitri dan Kesejahteraan Sosial

Berakhirnya ibadah puasa yang dikerjakan selama satu bulan penuh diharapkan berdampak pada tingkat ketakwaan.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/dok. pribadi
Khoirul Anwar, Pengasuh Ponpes Al-Insaniyyah Salatiga, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah 

Anak itu menjawab: “Sebelumnya saya lapar, sekarang saya kenyang. Sebelumnya saya tidak punya pakaian, sekarang saya berpakaian. Sebelumnya saya tidak punya ayah dan ibu, sekarang saya punya ayah Rasulullah SAW, memiliki ibu Aisyah, punya saudara laki-laki Hasan dan Husain, punya paman Ali, dan punya saudara perempuan Fathimah. Bagaimana saya tidak bahagia?”

Anak-anak kecil yang sebelumnya bermain dengan riang gembira itu menjadi berbalik sedih dan iri. Mereka berkata: “Andai saja ayah kami juga sahid meninggal dunia di jalan Allah, pasti kami pun kini akan bernasib seperti engkau, yakni diangkat menjadi anak Rasulullah SAW.”

Ketika Rasulullah SAW wafat bocah yang diangkat menjadi anak Rasulullah SAW itu sangat terpukul hatinya.

Ia berkata: “Kini aku kembali menjadi orang asing yang tidak memiliki kedua orang tua.” 

Lalu anak itu diadopsi oleh Abu Bakar Ash-Shidiq Radliyallahu Anhu.

Jamaah Idul Fitri yang Dimuliakan Allah

Dua hal di atas, yakni kewajiban membayar zakat fitrah yang diberikan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan primernya dan kisah Nabi Muhammad SAW di dalam membahagiakan anak yatim miskin pada hari raya Idul Fitri memiliki makna bahwa hari raya Idul Fitri sebagai “hari kebahagiaan” (yaum al-farah) artinya tidak hanya meliputi “kebahagiaan karena kita semua telah berbuka” atau “menyelesaikan ibadah puasa” dan “kebahagiaan karena kelak di akhirat kita akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah”, tapi juga karena pada hari ini orang-orang yang berzakat sama dengan telah berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama kepada mereka yang selama ini kelaparan dan berada di dalam kesengsaraan.

Semoga semangat Idul Fitri yang mendorong setiap orang untuk berbagi melalui kewajiban zakat fitrah terus melekat kepada semua orang di dalam menjalani hari-hari berikutnya untuk terus melakukan kebaikan, berbagi kasih sayang dan kebahagiaan kepada sesama dalam berbagai bentuknya; materi, tenaga, pikiran, tegur sapa, dan ketenangan, serta memberi rasa aman kepada semua. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved