Ramadan 2026
Idul Fitri dan Kesejahteraan Sosial
Berakhirnya ibadah puasa yang dikerjakan selama satu bulan penuh diharapkan berdampak pada tingkat ketakwaan.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Kewajiban zakat salah satunya bertujuan untuk meringankan beban hidup mereka supaya tercipta kesejahteraan sosial.
Dalam fikih dijelaskan, zakat fitrah wajib ditunaikan maksimal sebelum salat Idul Fitri.
Hal ini bisa kita pahami supaya semua umat Islam memasuki pagi yang mulia ini dapat merasakan kebahagiaan.
Orang-orang miskin, fakir, musafir, dan orang-orang yang selama ini berada di dalam kesulitan ekonomi dapat ikut serta merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Fitri ini.
Hadirin Hadirat Rahimakumullah
Diceritakan oleh Anas bin Malik RA, suatu ketika Nabi Muhammad SAW keluar rumah untuk mengimami salat Idul Fitri, semua anak kecil asik bermain kecuali ada satu bocah dengan pakaian lusuh duduk termenung dan menangis menyaksikan teman-temannya yang sedang asik bermain.
Nabi SAW bertanya: “Wahai anak kecil, apa yang menjadikanmu menangis? Kenapa kamu tidak ikut bermain bersama mereka?”
Anak kecil yang ditanya tidak tahu kalau seorang lelaki yang bertanya adalah seorang utusan Allah (Rasulullah SAW).
Anak kecil itu menjawab: “Wahai lelaki, ayahku sudah wafat, sedangkan ibuku menikah lagi. Ibuku menguasai harta benda peninggalan ayahku, dan suaminya mengusirku dari rumah. Aku tidak punya makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal. Pada hari ini ketika aku melihat anak-anak yang masih memiliki orang tua bermain dengan riang gembira, aku jadi teringat musibah yang menimpa ayahku dan menjadikan aku begini (merasa kesusahan). Karena alasan inilah, aku menangis.”
Lalu Rasulullah SAW merangkulnya sembari bersabda: “Wahai anak kecil, apakah engkau berkenan jika aku menjadi ayahmu, ‘Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudara lelakimu, dan Fathimah menjadi saudara perempuanmu?”
Mendengar tawaran tersebut, anak kecil yang sebelumnya sangat terluka hatinya itu menjadi tahu bahwa sosok lelaki di depannya itu adalah Rasulullah SAW.
Bocah itu memberikan jawaban: Kalau begitu bagaimana aku tidak setuju ya Rasulallah?
Lalu Nabi Muhammad SAW membawa anak kecil itu ke rumahnya. Nabi SAW memberinya pakaian bagus, memberi makan, dan mendandaninya hingga terlihat bersih dan gagah.
Anak kecil itu keluar dari rumah Rasulullah SAW dalam keadaan tertawa bahagia.
Melihat anak yang sebelumnya sendirian dan menangis berubah menjadi bahagia, teman-temannya bertanya: “Kenapa sekarang kamu menjadi bahagia padahal sebelumnya menangis dan bersedih?”
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260320_Khoirul-Anwar-Pengasuh-Ponpes-Al-Insaniyyah-Salatiga_1.jpg)