Berita Jawa Tengah
Kepala Daerah di Jateng Ngaku Kena Mental Pasca-OTT KPK 3 Bupati
Sejumlah bupati dan walikota di Jawa Tengah mengaku kena mental selepas ada operasi tangan tangan (OTT) KPK di Jateng yang menciduk tiga bupati
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -Sejumlah bupati dan walikota di Jawa Tengah mengaku kena mental selepas ada operasi tangan tangan (OTT) KPK di Jateng yang menciduk tiga bupati.
Operasi KPK yang berlangsung pada awal tahun 2026 itu diakui para kepala daerah menyebabkan mereka menjadi was-was dalam bekerja.
"Pastilah (kena mental) dan kami harus hati-hati," ucap Walikota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau Aaf kepada Tribunjateng.com saat ditemui di Kantor Gubernur, Kota Semarang, Rabu (24/3/2026).
Aaf mengaku bekerja dalam kondisi perasaan was-was dan takut selepas ada penangkapan tiga bupati tersebut.
Baca juga: 3 Bupati Jateng Dicokok KPK Tahun Ini, Gubernur Ahmad Luthfi Kumpulkan Para Kepala Daerah 30 Maret
• Sejumlah Kepala Daerah di Jateng Kompak Tolak Terapkan WFA
Ia takut ketika proses pengadaan dan lelang proyek terutama proyek besar bisa dinilai ada pelanggaran.
Padahal, dalam pelaksanaan proyek tersebut tidak ada permainan maupun pengondisian.
"Ya kami sudah tahu rambu-rambu mana yang boleh dan tidak, semoga ini (kepala daerah yang ditangkap) yang terakhir," ujarnya.
Di sisi lain, ia pun menyambut baik rencana Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang bakal mengumpulkan seluruh kepala daerah baik walikota dan wakilnya, Bupati dan Wakilnya, jajaran sekretaris daerah (sekda), ketua DPRD dalam forum pembekalan secara langsung oleh KPK di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (30/3/2026).
"Kami akan dikasih pengarahan oleh KPK supaya nanti jalannya kami lebih mantap sesuai koridor aturan yang telah ditetapkan," paparnya.
Pembekalan serupa sebelumnya juga pernah diperoleh oleh para kepala daerah di Jateng pada tahun 2025.
Menurut Aaf, materi yang disampaikan oleh KPK kala itu berkaitan dengan pencegahan korupsi, proyek rawan korupsi seperti pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan.
"Ternyata ada beberapa hal kasus lain di luar itu ternyata ada, jadi kami menilai harus tetap hati-hati dan harus bekerja untuk masyarakat bukan keuntungan pribadi," ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengaku, was-was dan berupaya selalu berhati-hati dalam bekerja paska kasus penangkapan tiga Bupati oleh KPK di Jawa Tengah.
"Kami selalu was-was dan berhati-hati dalam bekerja, yang penting kerja benar dan seusai aturan dan perintah, insyaallah aman," ungkapnya.
Ia sendiri belum sepenuhnya tahu materi pembekalan yang akan disampaikan KPK kepada para kepala daerah pada 30 Maret mendatang.
ott kpk di jateng
OTT KPK di Cilacap
OTT KPK Bupati Pekalongan
OTT KPK Bupati Pati
Tribunjateng.com
muslimah
| Eks Dirut Sritex Divonis 12 Tahun Penjara, Lebih Ringan Dibandingkan Kakaknya |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Bos Sritex Iwan Setiawan Lukminto Divonis 14 Tahun Penjara |
|
|---|
| Fadia Arafiq Diduga Samarkan Uang Hasil Korupsi Jadi Valas di Pekalongan |
|
|---|
| Yusuf Pemuda Grobogan Tewas Tenggelam di Sungai Serang, Terseret Arus saat Berburu Biawak |
|
|---|
| Terbongkar, Modus Love Scam Berkedok Investasi di Purworejo, Rp452 Juta Lenyap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260325_jateng7.jpg)