Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Nanti Malam Puncak Arus Balik Lebaran, Siap-siap One Way Tol Kendal-Pejagan

Ditlantas Polda Jateng siapkan skema rekayasa lalu lintas one way untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026, Minggu (29/3/2026) malam.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
ARUS BALIK - Dokumentasi arus lalu lintas di GT Kalikangkung Semarang. Polda Jateng memprediksi pada Minggu (29/3/2026) malam menjadi puncak arus balik Lebaran 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kepolisian menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di puncak arus balik Lebaran pada Minggu (29/3/2026) malam. 

Skema one way lokal tahap tiga pun disiapkan sebagai langkah ketika terpantau kondisi lalu lintas di tol semakin padat.

Rekayasa tersebut rencananya diberlakukan jika jumlahnya mencapai sekira 3.000 kendaraan per jam dari GT Kalikangkung Semarang.

Baca juga: Puncak Arus Balik Gelombang Kedua, One Way Jalan Tol Semarang Batang Diperpanjang

Nanti Malam Vs Persipal Palu: Thaufan Berpeluang Starter, Dani Ibrohim Kunci Pertahanan PSIS

Ditlantas Polda Jateng menyiapkan skema rekayasa lalu lintas one way untuk menghadapi puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi pada Minggu (29/3/2026) malam.

Langkah ini diambil guna mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah Jakarta.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra menyebut, rekayasa one way tahap ketiga ini rencananya akan dimulai dari KM 390 Tol Kendal hingga Pejagan.

Penguraian kendaraan diupayakan lebih awal agar tidak terjadi penumpukan saat memasuki Jawa Barat.

“Pertimbangan dimulai dari Kendal adalah agar terurainya lebih cepat. Kalau kami tarik dari awal, mereka sampai ke Pejagan lebih cepat dan saat memasuki Jawa Barat tidak terjadi penumpukan di Cikampek maupun Cirebon,” ungkap Kombes Pol Pratama.

Kombes Pol Pratama menjelaskan, penerapan one way tetap mempertimbangkan dinamika volume kendaraan di lapangan.

Jika yang melintas melebihi 3.000 kendaraan per jam, skema satu arah akan langsung diberlakukan.

 “Kalau masih di bawah itu, sekira 2.000 sampai 2.800 kendaraan, masih menggunakan kondisi normal."

"Namun sterilisasi di masing-masing rest area sudah kami siapkan agar tidak ada kendaraan berlawanan arus yang tertinggal,” ujarnya.

Selain jalur utama tol, kepolisian memberikan perhatian khusus pada titik perlambatan di Semarang seperti tanjakan Tembalang, KM 212 Unika, dan kawasan ABC.

Hambatan di lokasi tersebut umumnya dipicu kendaraan berat yang melambat saat menanjak.

Baca juga: Jatingaleh Arah Ungaran Padat Merayap Imbas One Way Nasional

Kisah Adfal Bocah Mirit Kebumen, Menangis Karena Tersesat saat Bersepeda ke Rumah Saudara

Angka Fatalitas Kecelakaan Turun Lima Persen

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved