Tribunjateng Hari ini
Sudah Ada Pembatasan, Anak Lestari Masih Bisa Akses Tiktok dan Roblox
Pembatasan akses remaja di bawah 16 tahun ke media sosial oleh pemerintah, tidak sepenuhnya membuat anak berhenti bermain ponsel.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
Aji mengatakan, durasi bermainnya memang tidak menentu kadang seusai pulang sekolah sampai sore sebelum berangkat mengaji.
"Biasanya pulang sekolah sudah boleh pegang hp, terus 2 atau 3 jam ada sih, habis itu jeda sorenya kalau mau ada les atau ngaji,” katanya.
“Pulangnya boleh pegang hape lagi dari jam 5 sore sampai 7 malam sambil ngerjain PR," jelasnya.
Tidak berlebihan
Sementara itu, Ketua OSIS SMPN 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rara Kirana Chandra Kanti, menilai langkah pembatasan akses medsos bagi remaja tersebut penting untuk melindungi generasi muda, namun pelaksanaannya perlu dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan.
Menurut Rara, pembatasan media sosial memang dibutuhkan di tengah maraknya konten negatif yang mudah diakses oleh anak-anak.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelarangan total bukanlah solusi yang tepat di era digital saat ini.
"Anak-anak sekarang juga sudah hidup dengan teknologi, jadi tetap perlu diberi ruang untuk menggunakan media sosial," ujar Rara, Senin (30/3).
Ia menilai, upaya yang lebih efektif adalah dengan menyaring konten serta membatasi fitur-fitur tertentu yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Dengan demikian, anak-anak tetap dapat memanfaatkan media sosial secara positif tanpa harus kehilangan akses sepenuhnya.
"Pengawasan dari orang tua atau anggota keluarga lain menjadi kunci agar penggunaan media sosial tetap terarah," ujarnya.
Senada, Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 1 Kajen, Ahmad Kunaifi mengatakan, bahwa penggunaan media sosial oleh pelajar dapat memberikan manfaat apabila berada dalam pengawasan orang tua maupun guru.
"Media sosial, dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengakses informasi secara cepat. Kalau dalam pengawasan, tentu ada sisi positifnya. Anak-anak bisa memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk mencari informasi," kata Kunaifi.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tanpa pendampingan, penggunaan media sosial justru dapat berdampak negatif.
Banyak siswa yang dinilai belum mampu memahami risiko serta batasan dalam bermedia sosial.
"Kadang mereka belum bisa membedakan, mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Akhirnya, semua dibagikan begitu saja," jelasnya. (Agus Salim Irsyadullah/Permata Putra Sejati/Reza Gustav/Indra Dwi Purnomo)
| Amir Rancang Efisiensi Anggaran Jilid 2, Pemda Siapkan Kebijakan terkait Kenaikan BBM Non-subsidi |
|
|---|
| Kasus Investasi Bodong dan Penipuan Seret Dua Nama Pelaku Lain, Djoko: Terencana dan Terorganisir |
|
|---|
| Sri Bisa Pulang ke Jepara Setelah 17 Tahun Hilang Kontak di Yordania |
|
|---|
| Zainal Sebut Ada Aliran Dana ke Kerabat Jenderal di Sidang Gus Yazid |
|
|---|
| Anak Risti Dihajar Siswa Satu Sekolah di Toilet SMP Favorit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Kamis-2-April-2026.jpg)