Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Setelah 9 Bulan “Menghilang”, Ikan Layur Kembali Sapa Nelayan Cilacap

Setelah hampir sembilan bulan sepi dari tangkapan, ikan layur akhirnya kembali muncul di perairan Samudera Hindia.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
Nelayan Cilacap - Pedagang ikan di TPI Cilacap sedang menjajakan dagangannya, Jumat (10/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Laut selatan Cilacap kembali membawa kabar yang lama dinanti para nelayan.

Setelah hampir sembilan bulan sepi dari tangkapan, ikan layur-komoditas unggulan yang selama ini menjadi andalan, akhirnya kembali muncul di perairan Samudera Hindia.

Kehadiran ikan berwarna perak mengilap itu seolah menjadi penanda bangkitnya harapan bagi ribuan nelayan yang sebelumnya harus bertahan di tengah paceklik panjang.

Baca juga: Kapal Membeludak di PPSC Cilacap Ganggu Aktivitas Sandar Kapal, Nelayan Desak Perluasan Dermaga Baru

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Sarjono, menyebut perubahan ini mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Selama sembilan bulan kemarin hasil tangkapan layur hampir tidak ada, sekarang sudah mulai keluar lagi, nelayan pun mulai banyak yang berangkat melaut,” ujar Sarjono, Jumat (10/4/2026).

Aktivitas di dermaga pun perlahan kembali hidup, terutama bagi kapal-kapal kecil di bawah 10 gross tonnage (GT) yang mengandalkan alat tangkap layur.

Bagi nelayan, momen ini bukan sekadar kembalinya ikan, tetapi juga peluang untuk memulihkan ekonomi yang sempat goyah.

Namun, di balik kabar baik tersebut, perjalanan nelayan sepanjang awal tahun 2026 tak bisa dibilang mudah.

Sarjono mengungkapkan, hasil tangkapan pada triwulan pertama masih jauh dari harapan.

“Realisasinya baru sekitar 25 sampai 30 persen, karena kondisi laut di awal tahun memang tidak bersahabat,” jelasnya.

Gelombang tinggi, arus kuat, hingga badai yang kerap datang membuat nelayan lebih banyak memilih bertahan di darat demi keselamatan.

“Nelayan tentu ingin hasil banyak, tapi kalau kondisi laut berbahaya, lebih baik menghindar daripada ambil risiko,” katanya.

Kini, memasuki triwulan kedua, situasi mulai menunjukkan perbaikan.

Hasil tangkapan perlahan meningkat, seiring kondisi cuaca yang lebih bersahabat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Mulai ada peningkatan, semoga ini terus berlanjut sampai pertengahan dan akhir tahun,” ucap Sarjono penuh harap.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved