Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Mega Farm Berkapasitas 30 Ribu Sapi Perah Siap Dibangun di Brebes

Kementerian Pertanian menyiapkan mega farm di Kabupaten Brebes dengan kapasitas sekira 30 ribu sapi perah.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PEMKAB BREBES
MEGA FARM - Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Pemkab Brebes menyambut baik rencana Kementerian Pertanian membangun mega farm pada tahun ini. Direncanakan peternakan sapi perah itu akan melibatkan 13 ribu petani dan peternak di Brebes dan sekitarnya. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Pertanian menyiapkan mega farm di Kabupaten Brebes. Proyek peternakan sapi perah terpadu ini direncanakan mulai digarap pada Juni 2026.

Sesuai informasi, mega farm tersebut bakal memiliki kapasitas mencapai 30 ribu sapi perah dan digadang-gadang menjadi terbesar se-Indonesia.

Terkait proyek tersebut, Kementerian Pertanian menyebut akan memberdayakan sekira 13 ribu petani dan peternak di Kabupaten Brebes dan sekitarnya.

Baca juga: Selamat, Helmi Tasan Wartono Gantikan Frans Kongi, Pimpin Apindo Jateng Hingga 2031

Proyek yang dikembangkan oleh PT Global Dairy Bersama (GDB) ini diyakini tak hanya mengerek produksi susu nasional, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara signifikan.

“Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, Kamis (16/4/2026). 

Dikatakan dia, mega farm tersebut diproyeksikan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional.

Saat ini, produksi susu dalam negeri baru mencapai sekira satu juta ton per tahun. Sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton.

Artinya, sekira 80 persen kebutuhan masih dipenuhi dari impor.

“Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” ujarnya.

Tak hanya itu, tambahan produksi tersebut juga berpotensi mendongkrak posisi Jawa Tengah sebagai salah satu produsen susu nasional.

Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat.

“Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” tambahnya.

Pemerintah Pusat telah menyiapkan berbagai dukungan mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease). 

Baca juga: DPRD Jateng Soroti Kasus Kepsek Brebes Oplos LPG: Tamparan Dunia Pendidikan

Luas Lahan 710 Hektare

Perwakilan PT Global Dairy Bersama (GDB), Ihsan Mulia Putri menyampaikan bahwa proyek ini dirancang sebagai peternakan sapi terpadu berbasis teknologi modern dan berkelanjutan, dengan luas lahan mencapai 710 hektare.

“Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Proyek ini akan mengusung konsep close loop system, dimana seluruh proses saling terhubung.

Limbah ternak akan diolah menjadi biogas sebagai sumber energi, sementara residunya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk lahan pakan ternak. 

Air juga akan dikelola dengan sistem daur ulang.

Mega farm ini ditargetkan memproduksi mencapai 180 ribu ton susu per tahun.

Selain itu, akan dibangun fasilitas pengolahan susu, pabrik pakan, hingga kawasan perkebunan jagung untuk mendukung kebutuhan pakan.

“Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” ungkapnya.

Dari sisi sosial ekonomi, proyek ini juga akan melibatkan sekira 5.000 petani untuk penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta menggandeng sekira 8.000 peternak dalam pengembangan sapi.

“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Untuk cut and fill persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026.

PT GDB menargetkan pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027, dengan first milking direncanakan pada Desember 2026.

Baca juga: Jadwal Resmi Keberangkatan Jemaah Calon Haji Asal Jateng, Kloter Pertama 22 April 2026

Sementara itu, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai peluang besar untuk mengangkat perekonomian daerah.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional."

"Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” ujarnya.

Kehadiran mega farm ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan.

Setali tiga uang, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mendukung pendirian peternakan tersebut. 

Dia menegaskan, Jawa Tengah saat ini menjadi salah satu destinasi utama investasi, baik nasional maupun internasional.

Hal itu didukung oleh stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif.

Gubernur menekankan bahwa Jawa Tengah juga membuka ruang bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan dan produksi susu.

“Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved