Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Salatiga

Pembangunan Exit Tol Pattimura Salatiga Mulai Dilakukan

Proyek yang telah diusulkan sejak 2015 melalui usulan Pemerintah Kota Salatiga ini menjadi langkah strategis.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/DOK PEMKOT SALATIGA 
EXIT TOL - Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, dan sejumlah stakeholder meninjau lokasi exit tol Pattimura Salatiga, Sabtu (18/4/2026).  

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pembangunan exit tol Pattimura Salatiga mulai dilakukan. Proyek yang telah diusulkan sejak 2015 melalui usulan Pemerintah Kota Salatiga ini menjadi langkah strategis meningkatkan konektivitas wilayah, khususnya Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan mengatakan, hadirnya exit Tol Pattimura dapat mendorong perkembangan Kota Salatiga dalam investasi dan pariwisata. Dua destinasi yang diproyeksikan akan berkembang pesat adalah Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) dan Taman Wisata Religi (TWR). 

"Ini akan berkembang dan kami kawal agar berdampak untuk kota salatiga," tutur Robby, Minggu (19/4/2026). 

Secara jangka panjang, Robby melanjutkan, pembangunan exit Tol Pattimura ini menghubungkan lingkar utara dan lingkar selatan dan menjadi ring road Salatiga. Tentunya, exit tol ini akan membuka kawasan perekonomian yang lebih pesat. 

"Saya harap seluruh warga mendukung pembangunan sehingga sesuai target yaitu Januari 2027 bisa selesai," ucapnya. 

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, meskipun secara administratif Exit Tol Pattimura berada di wilayah Kota Salatiga, lokasinya bersebelahan dengan Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.

Dengan adanya akses tersebut, pihaknya akan berupaya melakukan kajian pengembangan wilayah di Pabelan, Bringin, Tuntang, dan Bancak. Hal ini dinilai sangat bermanfaat untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, sekaligus membuka peluang masuknya investasi ke Kabupaten Semarang.

"Adanya exit tol ini, kami akan berupaya maskimal untuk membuat kajian terkait pengembangan wilayah di Pabelan, Beringin, Tuntang, dan Bancak. Ini sangat bermanfaat dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi termasak investasi agar bisa masuk di Kabupaten Semarang," terangnya. 

Dirut Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Dedy Gunawan menambahkan, dalam menentukan arah exit dan on/off ramp, pihaknya mempertimbangkan sejumlah faktor teknis, di antaranya kapasitas jalan serta volume lalu lintas yang melintas.

Jika tidak diperhitungkan dengan matang, hal tersebut dapat menimbulkan biaya tinggi dan membebani badan usaha jalan tol. Berdasarkan analisis saat ini, kebutuhan utama akses adalah dari dan menuju Semarang. 

"Berdasarkan analisa yang dibutuhkan adalah dari dan ke Semarang. Tidak menutup kemungkinan kalau berkembaang dapat diusulkan kembali ke arah Solo," ujarnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved