Berita Banyumas
Modus Sistem "Tempel", Pengedar Sabu Tertangkap Basah di Banyumas
Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas mengungkap praktik distribusi sabu dengan sistem "tempel".
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Modus peredaran narkotika tanpa tatap muka kembali terbongkar di wilayah Banyumas.
Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas mengungkap praktik distribusi sabu dengan sistem "tempel" yang melibatkan seorang pria asal Purbalingga.
Pelaku berinisial FAW alias Pakel (25), warga Kecamatan Bukateja, ditangkap polisi pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Baca juga: Empat Pelaku Peredaran Sabu dan Tembakau Sinte di Cilacap Ditangkap Polisi
Ia ditangkap saat berada di pinggir jalan Desa Lemberang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Dari tangan tersangka, petugas menemukan satu paket sabu seberat 4,95 gram yang diduga hendak diedarkan menggunakan metode "tempel".
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi menjelaskan tersangka menjalankan peredaran narkotika dengan cara meletakkan barang di titik tertentu tanpa bertemu langsung dengan pembeli.
"Modus yang digunakan adalah sistem tempel.
Barang diletakkan di lokasi tertentu, kemudian difoto dan dikirim kepada pemesan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunbanyumas.com.
Dari hasil pengembangan kasus, polisi menemukan tersangka juga sempat menempatkan paket sabu lainnya seberat 0,98 gram di wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Kembaran.
Tidak berhenti di situ, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar kos tersangka di wilayah Bukateja, Purbalingga.
Dari lokasi tersebut, ditemukan tambahan sabu seberat 30,70 gram.
Secara keseluruhan, barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai 36,64 gram.
Dalam pemeriksaan, FAW mengaku telah lebih dulu menyerahkan 10 paket sabu dengan total berat 2,26 gram kepada seseorang berinisial AW untuk diedarkan di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Polisi juga mengungkap tersangka mendapatkan pasokan sabu dari seseorang berinisial Boncel yang berkomunikasi melalui aplikasi pesan singkat.
"Sistemnya terputus, tidak pernah bertemu langsung.
| Obat Jangan Sampai Kosong, Wabup Banyumas Ingatkan Risiko Fatal Jika RKO Tak Disusun Tepat |
|
|---|
| Waspada! Gempa Gunung Slamet Melonjak 10 Kali Lipat dalam 2 Hari, Suhu Kawah Mulai Memanas |
|
|---|
| Sudah Keropos Setelah 34 Tahun, Jembatan Serayu Banyumas Siap Direhabilitasi Total Juni Mendatang |
|
|---|
| Warga Banyumas Tertipu Jual Beli Rumah Fiktif, Rugi Rp107 Juta Ternyata Sudah Terjual Sejak 2005 |
|
|---|
| Operasional Trans Banyumas Terancam Off Akhir Agustus 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260423_Barang-bukti-sabu-di-Banyumas_1.jpg)