Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Iming-iming Uang Ratusan Juta Rupiah Diduga Jadi Awal Mula Video Bandar Membara Bergetar

Iming-iming uang ratusan juta diduga menjadi awal mula tersebarnya video asusila pasangan muda asal Kecamatan Bandar

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
VIDEO ASUSILA - Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti saat ditemui di kantornya untuk menyampaikan perkembangan kasus video asusila Bandar. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Iming-iming uang ratusan juta diduga menjadi awal mula tersebarnya video asusila pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang kini viral di berbagai media sosial dan grup percakapan.


Kasus yang kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang itu mengungkap dugaan modus eksploitasi digital melalui media sosial hingga berujung penyebaran konten pribadi korban.


Kanit PPA Satreskrim Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti mengatakan, penyelidikan saat ini tidak hanya fokus pada pemeran dalam video, tetapi juga memburu pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut.


“Untuk saat ini sudah kami lakukan penyidikan. HP terduga sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik di Semarang untuk mengembalikan memori dan video-video yang ada di dalamnya,” kata Ipda Maulidya kepada Tribunjateng, Kamis (30/4/2026). 


Menurut Maulidya, polisi juga tengah mendalami kemungkinan penetapan tersangka usai gelar perkara dilakukan.


“Rencana ke depan akan dilakukan penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak ataupun salah satu pihak, masih perlu pendalaman,” ucapnya. 

Baca juga: Viral Pelaku Penipuan Online Dilepas Usai Bayar Rp600 Juta ke Polisi


Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap bahwa pelaku laki - laki diduga tergiur tawaran uang fantastis hingga Rp 220 juta dari akun misterius di Telegram.


Awalnya, akun tersebut membangun komunikasi melalui TikTok dengan modus kerja sama konten biasa. 


Pelaku diminta mengirim video dan foto non-sensitif, seperti konten pemandangan maupun bahan endorse.

Untuk meyakinkan korban, akun itu beberapa kali mengirim uang dengan nominal bertahap.


“Pertama Rp100 ribu, lalu Rp200 ribu, kemudian Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Total sekitar Rp750 ribu,” ungkapnya. 


Setelah rasa percaya terbentuk, muncul tawaran besar senilai Rp220 juta untuk mengirim video pribadi yang bersifat sensitif melalui Telegram.


Namun bukannya mendapat uang ratusan juta, video tersebut justru bocor dan tersebar luas di berbagai platform media sosial setelah dikirim.


“Setelah dikirim di Telegram, orang tersebut hilang dan videonya sudah tersebar di seluruh platform,” jelasnya.


Polisi menduga pihak perempuan tidak mengetahui video tersebut masih tersimpan maupun diduplikasi secara diam-diam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved