Berita Banyumas
Miris! Warga Banyumas Ternyata Lebih Pilih Merokok Daripada Belanja Telur dan Daging
Data BPS Kabupaten Banyumas mengungkap fakta masyarakat lebih memprioritaskan rokok dibandingkan asupan protein seperti telur, daging dan ikan.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan data BPS 2025, rokok dan tembakau menduduki peringkat ketiga pengeluaran makanan terbesar di Banyumas dengan rata-rata Rp 67.597 per kapita sebulan.
- Dinkes Banyumas menyoroti fenomena ini sebagai penyebab tidak langsung stunting karena masyarakat lebih memilih membeli rokok daripada sumber protein seperti telur untuk nutrisi anak.
- Selain faktor ekonomi, paparan asap rokok dan residu nikotin pada baju orang tua secara langsung meningkatkan risiko stunting pada balita.
TRIBUNJATENG.COM,PURWOKERTO - Miris! Data terbaru BPS Kabupaten Banyumas mengungkap fakta mengejutkan mengenai pola konsumsi masyarakat yang lebih memprioritaskan rokok dan tembakau dibandingkan asupan protein seperti telur, daging, dan ikan.
Ironisnya, kegemaran membakar uang untuk tembakau ini tidak hanya menguras dompet, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang anak, terutama risiko stunting yang mengintai balita di lingkungan keluarga perokok.
Rokok dan tembakau menjadi tiga kelompok komoditas makanan dengan pengeluaran terbesar di Kabupaten Banyumas berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025.
Baca juga: Tim Gabungan Gagalkan Pengiriman Ribuan Batang Rokok Ilegal di Toko Wilayah Kebumen
Tingkat belanja masyarakat untuk membeli rokok dan tembakau bahkan melebihi telur, daging, dan ikan.
Survei yang dilakukan oleh BPS Banyumas melihat rata-rata pengeluaran per kapita dalam sebulan.
Peringkat pertama adalah makanan dan minuman jadi Rp 212.706 per kapita, kedua padi-padian Rp 80.088 per kapita, dan ketiga rokok dan tembakau Rp 67.597 per kapita.
Sedang komoditas telur dan susu masuk peringkat keenam dengan rata-rata pengeluaran tiap bulan Rp 36.914 per kapita.
Data tersebut dapat dilihat dari publikasi Statistik Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyumas Volume 4 Tahun 2025 dan Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyumas Volume 8 Tahun 2025.
Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Banyumas, Sito Hatmoko menjelaskan, rokok memiliki pengaruh pada kesehatan, baik terhadap penyakit menular maupun tidak menular.
Meskipun rokok tidak menjadi penyebab langsung.
Dia mencontohkan, masyarakat yang sudah mempunyai penyakit paru maka rentan lebih parah jika terpapar asap rokok.
"Penyakit lainnya seperti TB, itu menular dan asap rokok bisa menularkannya. Biasanya penyakit TB menyerang orang yang daya tahan tubuhnya kurang baik," kata Sito kepada tribunjateng.com.
Apakah Pengaruhi Stunting?
Sito mengatakan, stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya keterpaparan asap rokok.
| Nabung Rp 5.000 Sehari, Penjual Peyek di Purwokerto Ini Akhirnya Berangkat Haji Bersama Suami |
|
|---|
| Alhamdulillah, Guru Ngaji hingga Marbot di Banyumas Kini Dapat Insentif Rp 100 Ribu per Bulan |
|
|---|
| Libatkan Dunia Usaha, BNNK Banyumas Kolaborasi Bentuk Pegiat P4GN di Pabrik Semen Ajibarang |
|
|---|
| 1.336 Jamaah Calon Haji Banyumas Siap Berangkat, Diantar Bus Baru Dikawal Ambulans Tiap Kloter |
|
|---|
| Tersangka Korupsi Pasar Satria Wafat, Kejari Purwokerto Kembalikan Uang Rp 181 Juta ke Kas Negara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260208_ROKOK-Sejumlah-rokok-hasil-penindakan.jpg)