KA Argo Bromo Vs Avanza di Grobogan
Perlintasan KA di Pulokulon Grobogan Bakal Dijaga Warga Sehari 24 Jam
Di Kecamatan Pulokulon terdapat dua perlintasan kereta api yang saat ini dijaga secara swadaya oleh masyarakat selama 24 jam.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Pasca kecelakaan maut di perlintasan Desa Sidorejo–Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, jajaran kepolisian bersama sejumlah pihak langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan, di Balai Desa Sidorejo, Jumat (1/5/2026).
Kapolsek Pulokulon, AKP Danang Esanto mengatakan, evaluasi dilakukan bersama pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan PT KAI guna meningkatkan keselamatan di lokasi perlintasan.
"Kami bersama Kepala Desa, KAI, dan stakeholder terkait melaksanakan rapat untuk evaluasi serta perbaikan dari kekurangan yang ada," terangnya.
Baca juga: Olah TKP Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan: Kabut, Jarak Pandang 10 Meter
• Daftar Kecelakaan KA di Jawa Tengah, Sepekan Ada 9 Korban Tewas
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, sejumlah aspek menjadi fokus pembenahan. Mulai dari fasilitas keselamatan hingga kondisi lingkungan sekitar perlintasan.
"Rencana perbaikan meliputi palang kereta, penerangan, sirine, serta pohon-pohon yang menghalangi jarak pandang pengendara akan dirapikan semuanya," jelasnya.
Selain itu, menurutnya, penjagaan perlintasan juga akan diperkuat dengan melibatkan masyarakat setempat secara swadaya.
"Nantinya akan dijaga secara swadaya masyarakat selama 24 jam penuh. Ini demi keselamatan masyarakat yang utama," terangnya.
AKP Danang menyebut, di Kecamatan Pulokulon terdapat dua perlintasan kereta api yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.
Terkait pembiayaan perbaikan, pihaknya menyampaikan bahwa saat ini dilakukan secara gotong royong oleh pemerintah desa.
"Kalau pembiayaan saat ini dari Kepala Desa Sidorejo bersama Kepala Desa Tuko serta pihak terkait ikut membantu perbaikan dan evaluasi, sehingga ke depan diharapkan akan semakin baik untuk keselamatan masyarakat yang utama," paparnya.
Krolonogi Kecelakaan
Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta di JPL 52 KM 29+800 jalur hulu Stasiun Panunggalan- Stasiun Kradenan, tepatnya di perlintasan Desa Sidorejo–Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5/2026) sekira pukul 02.52.
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan sebuah mobil Avanza putih.
Mobil tersebut diketahui berisi sembilan orang yang dalam perjalanan mengantar calon jemaah calon haji, Sadi dan Wartini, warga Desa Sidorejo menuju Pendopo Kabupaten Grobogan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Arie Eko menjelaskan, mobil Avanza melaju dari arah selatan ke utara, atau dari arah Desa Sidorejo ke Desa Tuko.
| Olah TKP Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan: Kabut, Jarak Pandang 10 Meter |
|
|---|
| Kronologi Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, Mobil Terpental 20 Meter |
|
|---|
| Identitas Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Avanza di Grobogan, 4 Tewas 5 Luka |
|
|---|
| Ngerinya Kecelakaan Maut Kereta Vs Avanza di Grobogan, Mobil Terlempar 20 Meter Hantam Tiang Listrik |
|
|---|
| Mobil Pengantar Jemaah Haji Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan, 4 Tewas dan 5 Luka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260501-_-Kapolsek-Pulokulon-AKP-Danang-Esanto.jpg)