Berita Ungaran
Dishub Ungkap 85 Persen Kecelakaan di Exit Tol Bawen Akibat Human Error dan Kelebihan Muatan
Dishub Kabupaten Semarang melakukan kanalisasi kendaraan guna menekan fatalitas kecelakaan di Exit Tol Bawen.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kecelakaan lalu lintas di traffic light Exit Tol Bawen kembali menjadi sorotan.
Kanalisasi kendaraan sudah diterapkan Dishub Kabupaten Semarang guna menekan fatalitas kecelakaan.
Namun, kecelakaan beruntun kembali terjadi melibatkan empat kendaraan pada Senin (4/5/2026).
Baca juga: Duka Beruntun Markonah, Rumah di Kalialang Semarang Rusak Imbas Longsor, Cucu Tewas Kecelakaan
Kecelakaan beruntun tersebut dipicu kegagalan pengereman truk tronton yang kemudian menabrak tiga kendaraan di depannya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto menyebut, tidak adanya korban dari pengendara sepeda motor dalam kejadian tersebut menjadi indikasi awal keberhasilan sistem kanalisasi yang diterapkan.
Meski demikian, kecelakaan tersebut tetap perlu menjadi bahan evaluasi.
Ia menilai, potensi kecelakaan masih ada mengingat karakteristik jalan menurun panjang yang rawan terjadi kegagalan pengereman.
Namun, menurut dia, kecelakaan bisa saja terjadi akibat human error.
"Nah, ini turunan yang panjang dari perambuan BPTD sudah memberi rambu. Nah, saya kok (melihat) perilaku kendaraan, sopir itu kan human error-nya mungkin sekitar 83 sampai 85 persen human error," jelasnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, kecelakaan yang kerap dikaitkan dengan rem blong tidak selalu murni disebabkan oleh kerusakan teknis kendaraan.
Ada banyak faktor lain yang turut berperan, seperti kelebihan muatan hingga keterampilan pengemudi dalam mengendalikan kendaraan di jalur menurun.
"Nah, dari teknis kendaraan laik jalan ataupun apa kalau memang diberi beban yang tinggi akhirnya kendaraan itu jadi tidak layak. Nah, (kecelakaan kemarin) belum tahu ya ini kan belum dianalisa kendaraan itu penyebabnya apa? Rem blong itu penyebabnya apa?," terangnya.
Meskipun kendaraan dinyatakan layak secara teknis, sambung dia, kondisi di lapangan bisa berbeda jika kendaraan memiliki muatan yang berlebih atau tidak diimbangi dengan keterampilan supir.
"Misalnya soal kelebihan muatan, lalu keterampilan sopir saat melintas itu juga perlu dipertanyakan. Pernah ada kasus sebelumnya, kendaraan kontainer mengalami masalah pada kampas rem. Setelah kami cek, ternyata uji terakhirnya pada 25 Agustus 2019. Itu jelas masuk faktor teknis. Namun untuk kejadian yang sekarang, kami masih belum mendapatkan data pastinya. Mudah-mudahan segera kami peroleh, sehingga besok bisa dibahas bersama untuk menentukan solusinya," paparnya.
| Siswa Asrama dan Panti Asuhan Semarang Belajar Menjaga Kesehatan Kulit dan Gigi Bareng Ahli |
|
|---|
| BREAKING NEWS Tanggul Sungai Legi Jebol, 13 Rumah di Desa Rowoboni Semarang Terendam Air |
|
|---|
| Viral Video Puluhan Pompa Air Hilang di Semarang, Ternyata Kejadian Aslinya di Magelang |
|
|---|
| Sopir Asal Pemalang Tewas Usai Tabrak Median Jalan dalam Kecepatan Tinggi di Tol Semarang-Solo |
|
|---|
| Sosok Salahuddin Al Ayyubi, Pelajar SMPN 1 Ungaran yang Jadi Jemaah Haji Termuda 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260505_Dishub-Kabupaten-Semarang-lakukan-kanalisasi-di-exit-tol-Bawen_1.jpg)