Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Confiring PLTU Adipala: Dari Inovasi Operasi hingga Kontribusi pada Transisi Energi

Cofiring UBP Adipala merupakan langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Tayang:
Istimewa/PLTU ADIPALA CILACAP
PLTU - PLTU Adipala Kabupaten Cilacap dengan kapasitas terpasang 1 x 660 MW kini telah menerapkan cofiring biomassa sejak 2023. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Upaya transisi energi tidak selalu hadir dalam bentuk teknologi baru yang kompleks.

Di PLTU Adipala Cilacap, transformasi tersebut justru tumbuh melalui inovasi pada proses yang sudah ada. Salah satunya melalui cofiring biomassa, penggunaan bahan bakar campuran antara batubara dan biomassa.

Sejak mulai dikembangkan secara bertahap, implementasi cofiring di PLN Indonesia Power UBP Adipala menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, baik dari sisi kapasitas, jenis biomassa, maupun keterlibatan ekosistem pendukung.

Baca juga: Dua PLTU di Jawa Tengah Pakai Serbuk Gergaji Terapkan Co-Firing, Buka Potensi Petani Terusir

Program ini mulai diterapkan secara komersial pada 2023 dengan porsi terbatas, memanfaatkan biomassa seperti serbuk kayu (sawdust) dan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK). Namun dalam waktu singkat, implementasinya berkembang pesat.

Pemanfaatan biomassa meningkat signifikan bahkan melampaui 107,35 persen dari target tahunan menunjukkan bahwa cofiring di UBP Adipala semakin matang dan andal secara operasional.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari berbagai terobosan. Mulai dari penguatan kerja sama dengan pemasok biomassa lintas daerah hingga pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan limbah kayu dan pengembangan Hutan Tanaman Energi (HTE).

Seiring perkembangannya, UBP Adipala juga memperluas jenis biomassa, mencakup sawdust, woodchip, limbah pertanian, hingga bahan bakar berbasis sampah (BBJP).

Langkah ini didukung oleh jaringan pasok yang semakin luas di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Di sisi hulu, pengembangan Hutan Tanaman Energi seluas lebih dari 100 hektare menjadi fondasi pasokan jangka panjang, sekaligus mengubah lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi sumber energi masa depan yang terkelola.

Dari sisi teknis, kualitas biomassa juga terus ditingkatkan. Salah satunya melalui proses pengeringan untuk menurunkan kadar air.

Hasilnya, biomassa menghasilkan panas yang lebih stabil dan mendukung efisiensi operasi pembangkit.

Lentera Ramadan PLTU Batang Hidupkan Semangat Berbagi di Pesisir Mulai Masjid hingga Anak Yatim

Upaya ini turut berkontribusi pada penurunan emisi sekaligus membuka peluang bagi UBP Adipala untuk berpartisipasi dalam skema perdagangan karbon melalui pengurangan emisi yang terverifikasi.

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Adipala, I Wayan Arimbawa menegaskan bahwa cofiring merupakan langkah strategis dalam menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan masa depan yang lebih ramah lingkungan.

“Cofiring menjadi salah satu solusi transisi yang realistis karena memanfaatkan infrastruktur pembangkit yang sudah ada, namun dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan."

"Kami terus mendorong peningkatan pemanfaatan biomassa sekaligus memastikan manfaatnya juga dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved