Bhikku Thudong
Bhikku Thudong Disambut Ritual Basuh Kaki di Gunung Kalong Ungaran
Cahaya kuning keemasan dari replika naga raksasa yang membentang di pintu masuk Vihara Avalokittesvara Yayasan
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Cahaya kuning keemasan dari replika naga raksasa yang membentang di pintu masuk Vihara Avalokittesvara Yayasan Sri Kukus Redjo Gunung Kalong, Ungaran, menyambut perjalanan spiritual atau Thudong, Senin (25/5/2026) malam.
Di bawah lengkungan naga yang menyala itu, satu per satu bhikkhu Thudong dari dari Candi Sima, Jepara itu tiba di Gunung Kalong sekitar pukul 18.30 WIB.
Kedatangan 17 Bhikkhu Thudong tersebut disambut antusias ratusan umat Buddha dari berbagai daerah di Kabupaten Semarang. Ratusan umat hadir untuk mengikuti prosesi penyambutan di Gunung Kalong.
Suasana haru langsung terasa saat para bhikkhu menaiki satu per satu tangga di Gunung Kalong. Mereka telah disiapkan kursi khusus di setiap anak tangga. Para bhikku duduk dan mendapat penghormatan melalui prosesi pembasuhan kaki.
Baca juga: Menkeu Sebut IHSG dan Nilai Tukar Rupiah Bukan Cerminan Fundamental Ekonomi
Baca juga: 23 Semarang Shopping Center Digadang Jadi Penggerak Ekonomi Baru
"Sebagai tradisi umat Buddha, kami menyambut para bhikkhu dengan membasuh kaki menggunakan air bunga dan menaburkan bunga di sepanjang jalan masuk vihara," papar Karbono, Pengurus Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sri Kukus Redjo Gunung Kalong.
Karbono menjelaskan, prosesi membasuh kaki memiliki makna penghormatan dan bakti umat kepada para bhikkhu yang sedang menjalani perjalanan spiritual Thudong. Setelah beristirahat, para bhikkhu juga dijadwalkan memberikan blessing atau pemberkahan kepada umat di Wihara Gunung Kalong.
Baginya, kehadiran Bhikkhu Thudong membawa kebahagiaan tersendiri bagi umat Buddha di Gunung Kalong. Bahkan, ini menjadi kali kedua rombongan Bhikkhu Thudong singgah di vihara tersebut.
Ia mengatakan, perjalanan Thudong tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga membawa pesan perdamaian, moderasi, dan toleransi antarumat beragama.
"Jadi, Bhikhu Tudong ini banyak dibantu oleh sahabat-sahabat keluarga kami umat muslim, umat Katolik, umat Kristen dan sebagainya. Jadi, ini adalah sebuah wujud toleransi atau moderasi yang akan diusung lewat perjalanan diputuskan atau perjalanan perdamaian," tuturnya.
Perjalanan spiritual dimulai pada 20 Mei 2026 dari Jepara. Rombongan kemudian berjalan menuju sejumlah daerah dan dijadwalkan tiba di Klaten pada 30 Mei 2026 untuk melanjutkan perayaan Waisak menuju Candi Sewu pada 31 Mei 2026.
Satu diantara bikku Thudong yang melakukan perjalanan, Aggacitto Thera mengatakan, tujuan akhir para Bikkhu Thudong ini adalah Candi Sewu, Klaten.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk mengangkat kearifan lokal serta memperkenalkan situs sejarah lain yang memiliki nilai penting dalam perkembangan agama Buddha di Indonesia
"Biasanya kan Borobudur. Nah, ini karena ini bantenya semua dalam negeri enggak ada luar negeri jadi, kita mengangkat kearifan lokal, kan salah satu candi yang lebih tua dari Borobudur," jelasnya.
Lebih lanjut, Aggacitto mengatakan, tema Walk For Peace atau Jalan Damai diangkat sebagai bentuk seruan perdamaian di tengah kondisi dunia yang dinilai sedang tidak baik-baik saja. Selain itu, perjalanan spiritual tersebut juga membawa pesan persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Para Bikkhu pun optimistis akan sampai di lokasi tujuan sesuai jadwal. Menurutnya, keterlambatan perjalanan hanya disebabkan kondisi di lapangan seperti lalu lintas maupun kebutuhan istirahat para peserta.
"Optimis, kalau enggak optimis gak sampai sini. Ada keterlambatan selisih jam itu karena kadang kan ya fleksibel di jalan," ujarnya. (eyf)
| BREAKING NEWS Gagal Nyalip Truk, Ibu dan Anak 7 Tahun Terlibat Kecelakaan di Blora |
|
|---|
| Briptu Alfandi yang Tak Datang di Hari Pernikahan Datangi Keluarga Anisa, Jelaskan Alasannya |
|
|---|
| Tak Hanya Kendal, Isu Pocong juga Ramai di 6 Daerah Ini, Hoaks Atau Nyata? |
|
|---|
| Aksi Kreak di Salatiga Ramai di Medsos, Polisi Jelaskan Kronologi |
|
|---|
| Viral Pocong Ditangkap Warga, Awalnya Terlihat Bonceng Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/BASUH-KAKI-Para-umat-Buddha-menyambut-perjalanan-spiritual-atau-Thudong.jpg)