Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

5 Bulan Ada 3 Korban Tewas Tertabrak KA: Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Ditutup

Perlintasan liar yang selama ini digunakan warga di Jeruklegi Wetan, Kabupaten Cilacap secara resmi ditutup oleh PT KAI Daop V Purwokerto.

Tayang:
Istimewa/PT KAI DAOP V PURWOKERTO
TUTUP PERLINTASAN - Petugas PT KAI Daop V Purwokerto menutup perlintasan liar di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jumat (29/5/2026). Sesuai catatan, setidaknya sudah ada tiga korban tewas tertabrak KA dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Sebuah perlintasan liar yang selama ini digunakan warga di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, resmi ditutup oleh PT KAI Daop V Purwokerto, Jumat (29/5/2026).

Penutupan ini sebagai bagian upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.

Akses yang berada di KM 375+8/9 petak jalan antara Stasiun Kawunganten dan Stasiun Jeruklegi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena berada di jalur dengan lalu lintas kereta yang cukup padat setiap harinya.

Baca juga: Terobosan KAI Jelang Iduladha, Kursi Penumpang Kereta Ditambah dan Face Recognition Percepat Antrean

Manager Humas PT KAI Daop V Purwokerto, M As’ad Habibuddin mengatakan, tingginya frekuensi perjalanan kereta api membuat keberadaan perlintasan tanpa izin menjadi salah satu titik rawan yang perlu ditangani.

“Dalam satu hari terdapat sekira 132 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah PT KAI Daop V Purwokerto, dengan rata-rata headway kereta api sekira 12 sampai 14 menit sekali,” kata As’ad.

Menurutnya, jarak waktu antar kereta yang relatif singkat membuat ruang aman bagi pengguna jalan menjadi semakin terbatas apabila melintas melalui jalur yang tidak dilengkapi sarana keselamatan.

“Kondisi ini membuat ruang aman di perlintasan menjadi sangat terbatas sehingga keberadaan perlintasan liar memiliki risiko yang sangat tinggi,” ujarnya.

Ancaman kecelakaan di perlintasan sebidang bukan sekadar potensi, karena beberapa insiden masih terjadi di wilayah PT KAI Daop V Purwokerto dalam beberapa tahun terakhir.

“Hingga Mei 2026 telah terjadi lima insiden di perlintasan sebidang yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan tiga mengalami luka-luka,” ungkapnya.

PT KAI Daop 4 Semarang Siapkan Kereta Api Tambahan Hadapi Libur Iduladha

As’ad menambahkan, selama periode 2024 hingga 2025 tercatat sembilan kecelakaan di perlintasan sebidang dengan korban enam orang meninggal dan delapan lainnya luka-luka.

“Data tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan di perlintasan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Selain melakukan penutupan perlintasan liar, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas pengamanan serta mematuhi aturan saat melintasi rel kereta api.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang rel,” tuturnya.

Pihaknya juga meminta warga tidak kembali membuka akses ilegal di sekitar jalur rel karena dapat membahayakan perjalanan kereta maupun keselamatan masyarakat sendiri.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” pungkas As’ad. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved