Berita Kriminal
Polda Jateng Gandeng FBI Selidiki Love Scamming Internasional yang Libatkan Fabiola Elizabeth
Sebuah meja rias bertuliskan "Meja Rias Ruang Model" menjadi perhatian dalam gelar barang bukti yang digelar Polda Jawa Tengah
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Penyidik menjelaskan jaringan ini menggunakan metode penipuan yang dikenal sebagai pig butchering atau love scamming.
Modus tersebut dilakukan dengan membangun hubungan emosional secara intensif sebelum korban diarahkan untuk menanamkan dana pada investasi yang sebenarnya telah direkayasa.
Target dicari melalui berbagai aplikasi kencan seperti Tinder, Puf, dan Boo, serta media sosial Facebook.
Dalam praktiknya, asisten marketing bertugas mencari calon korban. Setelah korban merespons, komunikasi dilanjutkan oleh marketing yang menggunakan identitas palsu untuk membangun kedekatan emosional.
Sebagian besar operator bahkan disebut merupakan laki-laki yang berpura-pura menjadi perempuan.
Ketika korban mulai percaya dan meminta video call, model perempuan asli kemudian ditampilkan untuk memperkuat keyakinan korban.
Setelah hubungan emosional terbentuk, korban diarahkan untuk berinvestasi melalui platform perdagangan kripto palsu yang dikendalikan jaringan pelaku.
Tampilan situs investasi dibuat menyerupai platform perdagangan aset digital yang sah. Namun seluruh sistem telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan korban masuk ke jaringan pelaku.
Terungkap dari Patroli Siber
Kombes Himawan menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber yang dilakukan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.
"Dari hasil patroli siber kami menemukan ada indikasi kegiatan penipuan online yang dilakukan di wilayah Solo.
Kemudian kami lakukan pendalaman terhadap aktivitas yang dilakukan oleh mereka," kata dia.
Hasil penyelidikan kemudian mengarah pada sebuah perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan yang berlokasi di kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan temuan penyidik, lokasi tersebut diduga digunakan sebagai pusat perekrutan tenaga kerja sekaligus kantor operasional sindikat penipuan.
Untuk menghindari deteksi aparat dan masyarakat, kelompok tersebut disebut kerap berpindah-pindah lokasi dengan menyewa kantor maupun rumah kos sebagai pusat kegiatan sementara.
| Fakta Baru Kasus Mafia BBM Subsidi Jepara: Pelaku Pakai QR Code Palsu Bukan dari Pertamina |
|
|---|
| Heboh! Bayi Baru Lahir Ditemukan Dalam Tas Belanja di Gang Permukiman Pati, Ari-Ari Masih Menempel |
|
|---|
| KDRT Maut, Suami Sempat Mandikan dan Sisir Rambut Istri yang Sudah Tewas, Berharap Hidup Lagi |
|
|---|
| Bawa Anak demi Kelabui Petugas, IRT Asal Karanganyar Gagal Selundupkan Narkoba ke Lapas Sragen |
|
|---|
| Kecele, Polisi di Kudus Gerebek Lokasi Sabung Ayam Tapi Para Penjudi Sudah Kabur Duluan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260601_Sosok-F-Fabiola-Elizabeth-mantan-istri-Reza-Smash-jadi-Tersangka_1.jpg)